BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah membuka tiga lokasi rumah oksigen di Kota Palangka Raya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan terapi oksigen di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Tiga lokasi tersebut berada di Menara Bundaran Besar Talawang, ruang terbuka hijau (RTH) Bundaran Besar Palangka Raya serta Aula Bakti Husada lantai dua Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan, fasilitas rumah oksigen juga didukung pelayanan kesehatan untuk membantu masyarakat yang terdampak kondisi udara akibat kabut asap.
“Kami sudah membuat rumah oksigen yang juga didukung dengan pelayanan kesehatan,” kata Agustiar di Palangka Raya, Kamis, 3 September 2026.
Untuk rumah oksigen di Menara Bundaran Besar Talawang dan RTH Bundaran Besar, pelayanan dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB.
Sedangkan rumah oksigen di Aula Bakti Husada lantai dua Kantor Dinas Kesehatan Kalteng beroperasi setiap hari kerja mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Fasilitas tersebut dilengkapi oxygen concentrator, tabung oksigen, tempat tidur pasien serta tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Petugas Rumah Oksigen Bundaran Besar, dr Rhizal M Hutapea mengatakan masyarakat yang datang selama jam operasional akan mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan.
“Kami petugas yang berada di sini akan memberikan pelayanan, termasuk pelayanan pemberian oksigen selama pasien membutuhkan,” jelasnya.
Keberadaan rumah oksigen menjadi salah satu langkah Pemprov Kalteng dalam menangani dampak kesehatan akibat kabut asap karhutla.
Masyarakat yang membutuhkan dukungan oksigen dapat mendatangi tiga lokasi tersebut sesuai dengan jadwal pelayanan yang telah ditetapkan.
Selain menyediakan rumah oksigen, Pemprov Kalteng juga terus melakukan berbagai upaya penanganan karhutla serta memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.









