PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah mendistribusikan sebanyak 74.450 liter air bersih kepada masyarakat di sejumlah daerah yang mengalami kekurangan air akibat musim kemarau.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan penyaluran air bersih menjadi salah satu langkah pemerintah membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi kemarau.

“Penyaluran bantuan air bersih tersebut menjadi langkah penting di tengah kondisi kemarau,” kata Agustiar di Palangka Raya, Kamis, 3 September 2026.

Hingga Selasa, 1 September 2026, bantuan telah disalurkan ke sejumlah titik di Kota Palangka Raya, Kabupaten Barito Utara, Lamandau, Seruyan, Kotawaringin Timur dan Murung Raya.

Di Palangka Raya, sebanyak 250 liter air bersih didistribusikan di Rindang Banua atau Puntun untuk 10 kepala keluarga. Kemudian 4.000 liter disalurkan ke Petuk Ketimpun untuk 164 kepala keluarga.

Di Kabupaten Barito Utara, bantuan sebanyak 12.000 liter disalurkan ke Desa Pendreh untuk membantu 850 kepala keluarga.

Kabupaten Lamandau menerima 10.000 liter air bersih yang didistribusikan di wilayah Nanga Bulik.

Sementara di Kabupaten Seruyan, sebanyak 4.000 liter air bersih disalurkan kepada 64 kepala keluarga di Desa Sungai Undang. Sedangkan di Murung Raya, sebanyak 1.200 liter didistribusikan ke Desa Danau Usung.

Distribusi terbesar sementara berada di Kabupaten Kotawaringin Timur dengan total 43.000 liter.

Air bersih tersebut disalurkan ke enam desa, yakni Parebok Barat sebanyak 5.000 liter, Karya Karet 5.000 liter, Karya Kelapa 5.000 liter, Basirih 5.000 liter, Lempuyang 5.000 liter serta Jaya Kelapa sebanyak 18.000 liter.

Pemprov Kalteng memastikan pendistribusian akan terus dilakukan ke wilayah yang masih mengalami keterbatasan air bersih.

Data penyaluran tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui menyesuaikan perkembangan kebutuhan serta suplai di lapangan.

Selain menangani dampak kekeringan, Pemprov Kalteng juga masih melakukan berbagai upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi selama musim kemarau.