BORNEONEWS, Jakarta – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menghapus 7.907 iklan lowongan kerja ilegal sepanjang Januari hingga 31 Agustus 2026.
Jumlah tersebut berasal dari total 10.504 laporan iklan lowongan kerja yang ditemukan melalui patroli siber.
Pelaksana Harian Menteri P2MI sekaligus Wakil Menteri P2MI Christina Aryani mengatakan, penghapusan iklan tersebut menjadi bagian dari upaya mencegah perekrutan dan keberangkatan pekerja migran Indonesia secara ilegal melalui ruang digital.
“Pelindungan harus dimulai sejak mereka mendapatkan informasi mengenai peluang kerja. Kami menghapus iklan tersebut karena ruang digital menjadi bagian penting dari upaya melindungi calon pekerja migran,” kata Christina dalam keterangan tertulis, Rabu, 2 September 2026.
Menurutnya, pemerintah ingin memastikan masyarakat memperoleh informasi mengenai peluang kerja di luar negeri yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran kerja yang terlihat mudah dan menjanjikan, tetapi berpotensi menjadi pintu masuk penempatan ilegal maupun persoalan lainnya.
Selain memperkuat pengawasan di ruang digital, KemenP2MI juga telah mencegah 6.668 keberangkatan ilegal pekerja migran ke luar negeri.
Kementerian tersebut turut menangani 2.208 aduan pekerja migran serta menindak 20 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) bermasalah.
“Langkah ini menunjukkan pelindungan pekerja migran harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan dan pengawasan rekrutmen serta penempatan hingga penanganan persoalan yang dihadapi pekerja,” ujar Christina.
KemenP2MI juga mendorong masyarakat menggunakan kanal resmi pemerintah untuk memperoleh informasi mengenai peluang kerja di luar negeri melalui Sistem Informasi dan Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI).
“Saya berharap masyarakat semakin kritis terhadap tawaran kerja luar negeri di media sosial dan platform digital lainnya, serta memastikan setiap peluang kerja mengarah pada migrasi yang aman, legal, dan berkualitas,” katanya.
ANTARA









