BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kondisi titik panas atau hotspot di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, mulai menunjukkan tren landai sekitar Kamis, 3 September 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel melalui Plt Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Andan Santana, mengatakan saat ini secara umum tidak ditemukan titik api baru.
"Kondisi titik api mulai landai. Saat ini tinggal melanjutkan proses pemadaman saja lagi," jelas Andan Santana.
Menurut Andan Santana, walau kemunculan titik baru mulai berkurang, tim masih melakukan penanganan di sejumlah lokasi yang membutuhkan pemadaman.
"Secara umum titik baru sudah tidak ada. Sekarang fokus di KM 15 Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama (Kolam) dan Desa Tanjung Putri," jelas Andan Santana.
Andan Santana mengatakan kondisi karhutla di Desa Tanjung Putri juga mulai terkendali setelah dilakukan penanganan oleh tim di lapangan.
"Tanjung Putri juga mulai terkendali," tambahnya.
Berdasarkan laporan rekap karhutla BPBD Kobar yang diperbarui pada 3 September 2026 pukul 10.46 WIB, sepanjang 2026 tercatat 2.001 titik panas di wilayah Kobar.
Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 294 penanganan karhutla dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 1.824,98 hektare.
BPBD Kobar terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap lokasi yang masih berpotensi menimbulkan api, sekaligus memastikan titik-titik yang telah ditangani tidak kembali terbakar.
"Penanganan masih menjadi fokus utama, meski kondisi hotspot saat ini mulai menurun," jelas Andan Santana. (WAHYU KRIDA/J)









