PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua DPRD Palangka Raya, Subandi, menegaskan Perubahan APBD 2026 harus diarahkan pada program dan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat pelayanan dasar serta mendukung pembangunan daerah.

Menurut Subandi, peningkatan anggaran dalam Perubahan APBD tidak cukup hanya dilihat dari besarnya alokasi. Setiap program harus memiliki kesiapan pelaksanaan dan mampu memberikan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Salah satu yang menjadi perhatian yakni belanja modal dalam rancangan Perubahan APBD 2026 yang mencapai sekitar Rp232,8 miliar. Angka tersebut meningkat 18,56 persen dibandingkan pagu APBD murni.

“Perubahan APBD harus diarahkan pada program dan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat pelayanan dasar dan mendukung pembangunan daerah,” kata Subandi, Kamis, 3 September 2026.

Ia menegaskan peningkatan belanja modal tersebut harus diikuti dengan kesiapan perencanaan teknis, proses pengadaan barang dan jasa, serta ketersediaan waktu pelaksanaan. Hal ini penting agar anggaran yang telah dialokasikan dapat direalisasikan secara optimal.

Selain itu, kemampuan pelaksanaan, kualitas pekerjaan dan pemanfaatannya bagi masyarakat juga harus menjadi perhatian. Subandi tidak ingin peningkatan anggaran hanya berujung pada besarnya serapan, tetapi tidak menghasilkan pembangunan yang berkualitas dan bermanfaat.

“Terhadap belanja modal yang dalam rancangan perubahan mencapai sekitar Rp232,8 miliar atau meningkat 18,56 persen dari pagu murni, harus memperhatikan kesiapan perencanaan teknis, pengadaan barang/jasa, ketersediaan waktu, kemampuan pelaksanaan, kualitas pekerjaan, dan pe