KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Upaya peningkatan pemahaman publik mengenai penyakit menular kembali digalakkan di tingkat pedesaan. Desa Warna Sari, Kecamatan Tamban Catur, Kabupaten Kapuas, menjadi lokasi pelaksanaan penyuluhan kesehatan yang berfokus pada tiga tantangan medis utama, yaitu AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria, pada Kamis, 3 September 2026.

Fokus utama dalam kegiatan ini tidak hanya sekadar memberikan materi teknis medis, melainkan juga menyoroti isu sosial yang sering menyertai para penderita. Penanganan penyakit menular di tingkat lokal kerap terhambat oleh stigma sosial masyarakat terhadap penderita, yang pada akhirnya membuat penderita enggan melakukan pemeriksaan awal.

Masyarakat setempat dibekali materi edukasi yang komprehensif mengenai jalur penularan, penanganan dini, serta langkah preventif. Penjelasan mendalam mengenai perbedaan cara penularan ketiga penyakit tersebut menjadi poin penting agar warga dapat merespons risiko kesehatan secara rasional tanpa kepanikan berlebih.

Selain pemahaman medis, penekanan juga diberikan pada pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta penataan lingkungan pedesaan. Langkah-langkah sederhana seperti menjaga kebersihan tempat tinggal dan sanitasi lingkungan dinilai sebagai benteng pertahanan utama dalam memutus rantai penularan Malaria dan TBC.

Sebagai pelengkap, Camat Tamban Catur turut memberikan penegasan terkait pentingnya sikap terbuka di tengah warga. "Penyuluhan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat. Kita ingin masyarakat tidak hanya mengetahui tentang penyakit AIDS, TBC, dan Malaria, tetapi juga memahami bagaimana cara mencegahnya dan tidak memberikan stigma kepada orang yang sedang menjalani pengobatan," ujarnya.

Melalui pendekatan edukatif yang menyasar aspek medis dan sosial ini, warga diharapkan tidak lagi ragu untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan terdekat. Deteksi dini dan lingkungan yang ramah bagi penderita menjadi kunci utama dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat desa yang lebih baik. (SABRIANOOR/y)