KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Penjual air bersih mulai ramai diburu warga Kuala Kapuas, di tengah kondisi musim kemarau yang membuat pasokan air semakin terbatas.

Sejumlah warga memilih membeli air bersih karena aliran air PDAM di beberapa kawasan kerap mengalami kemacetan. Kondisi tersebut juga diperparah dengan sejumlah sumber air lainnya yang mulai mengering akibat musim kemarau.

Kebutuhan air bersih semakin sulit dipenuhi karena Sungai Kapuas yang melintasi wilayah Kuala Kapuas juga tengah mengalami intrusi air laut. Kondisi ini membuat air sungai tidak lagi menjadi sumber alternatif yang dapat diandalkan warga untuk kebutuhan air bersih.

Situasi tersebut kemudian dimanfaatkan oleh sejumlah penjual air bersih yang menyediakan air dalam kemasan galon. Harga yang ditawarkan umumnya sekitar Rp5.000 per galon untuk air yang disebut penjual berasal dari jaringan air leding. Sementara itu, terdapat pula penjual yang menggunakan sumber air dari sumur bor dengan harga yang berbeda.

Salah seorang warga Jalan Tjilik Riwut, Isan, mengatakan dirinya kini membeli air bersih secara galonan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, air yang dibelinya berasal dari sumber air leding.

"Saya belinya per galon, se galon Rp5 ribu, sumbernya air leding," ungkap Isan, warga Jalan Tjilik Riwut, Kamis, 3 September 2026.

Meningkatnya warga yang membeli air menunjukkan kebutuhan terhadap pasokan air bersih semakin tinggi selama musim kemarau. Warga berharap distribusi air PDAM dapat kembali normal dan tersedia sumber air alternatif yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. (SABRIANOOR/y)