BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya sekaligus Juru Bicara Fraksi PKB, Sri Ani Rintuh menyoroti pengelolaan aset daerah yang belum tergarap. Menurutnya, evaluasi terhadap aset daerah saat ini perlu diarahkan tidak hanya pada aspek administrasi, tetapi juga pada optimalisasi nilai ekonominya.
Ia mengatakan pemetaan dan evaluasi terhadap aset daerah yang belum dimanfaatkan telah dilakukan secara terstruktur. Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk mengetahui potensi dan pemanfaatan aset milik pemerintah daerah.
“Aset daerah Kota Palangka Raya yang belum tergarap sudah dilakukan secara terstruktur. Fokus evaluasi saat ini beralih dari sekadar pencatatan administratif ke arah optimalisasi nilai ekonomi aset yang terlantar,” kata Sri, Kamis, 3 September 2026.
Menurutnya, aset daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal seharusnya tidak dibiarkan begitu saja. Pemerintah perlu melihat potensi pemanfaatannya agar aset tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan pendapatan daerah.
Optimalisasi dapat dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan penilaian terhadap kondisi, status, lokasi dan potensi masing-masing aset. Dengan demikian, pemanfaatannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan pemerintah daerah.
Ia menilai pengelolaan aset yang lebih produktif juga dapat menjadi salah satu strategi memperkuat kemandirian fiskal daerah. Namun, setiap pemanfaatan tetap harus dilakukan secara transparan, akuntabel dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Fraksi PKB mendorong Pemko Palangka Raya terus memperkuat sistem pengelolaan aset, termasuk memastikan aset yang memiliki potensi ekonomi dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak kembali menjadi aset yang terbengkalai.
"Keberhasilan pengelolaan aset bukan hanya diukur dari seberapa lengkap aset tercatat dalam administrasi pemerintah, tetapi juga dari seberapa besar aset tersebut mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah," pungkasnya. (MARINI/Y)









