BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan, MIN 1 Kapuas Unit 1 mengajak para siswanya mengikuti Shalat Istisqa di halaman madrasah, Kamis, 3 September 2026. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran keagamaan agar siswa memahami ikhtiar dan doa saat menghadapi kondisi kekeringan.
Shalat Istisqa diikuti seluruh warga madrasah, mulai dari tenaga pendidik, tenaga kependidikan hingga peserta didik. Bertindak sebagai imam adalah Kepala Urusan Kurikulum MIN 1 Kapuas Unit 1, Ardani.
Usai shalat dua rakaat, kegiatan dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan Samsuni, S.Pd.I. Dalam khutbahnya, jamaah diajak memperbanyak istighfar, bersedekah, bertaubat dan berserah diri kepada Allah SWT.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan bahwa menghadapi musim kemarau tidak hanya dilakukan dengan upaya secara langsung, tetapi juga melalui doa dan ibadah. Pesan itu disampaikan sebagai bagian dari pembelajaran spiritual bagi siswa sejak dini.
Kepala MIN 1 Kapuas, Ahmad Yani, mengapresiasi kekhusyukan dan kebersamaan seluruh warga madrasah selama kegiatan berlangsung.
"Kami berharap melalui ibadah Shalat Istisqa dan doa bersama yang kita panjatkan hari ini, Allah SWT mengabulkan permohonan hambanya. Semoga hujan segera turun dan membawa berkah serta kesejukan bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Kapuas," tutur Ahmad Yani.
Kegiatan berlangsung lancar dan khidmat. Selain menjadi ibadah bersama, Shalat Istisqa tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya doa, taubat dan kepedulian terhadap kondisi yang sedang dihadapi masyarakat selama musim kemarau. (SABRIANOOR/H)









