BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit mencatat lima laporan kemunculan orangutan di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) selama sekitar dua bulan terakhir.
Selain itu, BKSDA juga menerima penyerahan satu ekor trenggiling yang diselamatkan dari lokasi bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah mengatakan, laporan kemunculan orangutan diterima sejak awal terjadinya karhutla hingga saat ini. Beberapa laporan berasal dari kawasan yang saat itu masih mengalami kebakaran.
"Sekitar 2 bulan ini kami ada mendapat laporan khususnya di saat awal-awal kebakaran sampai dengan hari ini kami mendapat 5 laporan kemunculan orangutan," kata Muriansyah, Kamis, 3 September 2026.
Ia menjelaskan, laporan pertama diterima dari wilayah Kecamatan Cempaga. Orangutan dilaporkan muncul di kawasan kebun yang lokasinya saat itu masih mengalami kebakaran.
Laporan kedua berasal dari Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Kondisi di lokasi tersebut juga tengah mengalami kebakaran saat laporan kemunculan orangutan diterima BKSDA.
Selanjutnya, di Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang warga telah 2 kali melaporkan kemunculan orangutan. Petugas BKSDA telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan, tetapi tidak menemukan orangutan yang dilaporkan warga.
Sementara laporan kelima berasal dari kawasan Hutan Kota Sampit. Pada penanganan tersebut, BKSDA berhasil mengevakuasi induk orangutan bersama anaknya.
Selain menangani laporan kemunculan orangutan, BKSDA Pos Sampit juga menerima satu ekor trenggiling yang terdampak karhutla.
Muriansyah mengatakan, trenggiling tersebut diserahkan oleh Komunitas Reptil Sampit sekitar satu pekan lalu. Satwa dilindungi itu sebelumnya diselamatkan dari lokasi bekas kebakaran di Jalan Bumi Raya 1.
"Seminggu lalu kami mendapat penyerahan satu ekor Tringgiling itu dari komunitas Reptil Sampit yang saat itu berhasil menyelamatkan satu ekor Tringgiling dari lokasi bekas kebakaran di Bumi raya 1," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat agar segera melaporkan jika menemukan satwa liar, terutama satwa yang dilindungi, saat terjadi kebakaran maupun setelah kebakaran.
Masyarakat diminta tidak melakukan penanganan sendiri terhadap satwa liar yang ditemukan agar proses penyelamatan dapat dilakukan dengan tepat.
"Bagi warga yang khususnya berada di sekitaran hutan yang saat itu lokasinya sedang terbakar ataupun setelah terbakar dan menemukan atau melihat satwa liar, khususnya satwa liar yang dilindungi misalkan orangutan, beruang madu, tringgiling, kukang, dan lain-lain, segera melapor kepada BKSDA setempat," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









