BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Pendidikan kembali memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi satuan pendidikan menyusul kondisi kualitas udara akibat kabut asap Karhutla yang masih berada pada level sangat tidak sehat.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, menyampaikan perpanjangan PJJ dilakukan setelah evaluasi pelaksanaan PJJ selama tiga hari serta melihat perkembangan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada 1-3 September 2026.
“Berdasarkan hasil evaluasi dan kondisi kualitas udara yang masih menunjukkan tingkat sangat tidak sehat, PJJ diperpanjang kembali mulai tanggal 4 September 2026,” kata Jayani, Kamis, 3 September 2026.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan, nilai ISPU di wilayah Kota Palangka Raya pada periode tersebut masih berada di atas 200 atau masuk kategori sangat tidak sehat. Kondisi ini menjadi pertimbangan utama untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan.
Jayani menegaskan pelaksanaan PJJ akan dievaluasi setiap tiga hari sekali. Evaluasi tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebijakan pembelajaran dengan perkembangan kualitas udara dan kondisi Karhutla di Kota Palangka Raya.
Dalam pelaksanaannya, satuan pendidikan tetap mengacu pada ketentuan dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Nomor 100.3.4.4/3824/Disdik.Umpeg/VIII/2026. Pembelajaran selama masa darurat diarahkan pada materi esensial, termasuk literasi, numerasi, pembentukan karakter dan tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
“Keselamatan dan kesehatan peserta didik, pendidik serta tenaga kependidikan menjadi prioritas dalam kondisi seperti ini,” tegas Jayani.
Setiap satuan pendidikan juga diwajibkan melakukan pelaporan pelaksanaan PJJ secara berkala kepada Dinas Pendidikan. Pelaporan tersebut harus diisi dengan data yang benar dan lengkap sesuai kondisi pelaksanaan pembelajaran di masing-masing satuan pendidikan. Kebijakan ini berlaku sejak ditetapkan dan akan disesuaikan apabila terdapat perubahan kondisi di lapangan. (MARINI/H)









