TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Angin kencang dan kondisi lahan gambut yang cukup dalam menyulitkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pulau Patai, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, Kamis, 3 September 2026.

Api membakar sekitar 2 hektare lahan masyarakat yang didominasi semak belukar dan pepohonan kayu. Tiupan angin membuat kobaran api lebih cepat menjalar, sedangkan lapisan gambut yang dalam meningkatkan potensi bara tersisa di bawah permukaan tanah.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Damkar Kabupaten Barito Timur, Parluhutan Tampubolon, mengatakan kondisi vegetasi yang rimbun turut mempercepat penyebaran api. Petugas juga harus memberikan perhatian lebih pada titik-titik yang berada di lahan gambut.

"Di lapangan kendalanya semak belukar yang rimbun dan angin kencang sehingga mempercepat penyebaran api. Selain itu, tingkat kedalaman gambut juga cukup dalam," ujar Parluhutan.

Informasi kebakaran diterima tim melalui Kepala Desa Pulau Patai yang melaporkan kejadian tersebut melalui pesan WhatsApp. Menindaklanjuti laporan itu, tim bergerak dari Posko Siaga Karhutla Tamiang Layang sekitar pukul 13.04 WIB.

Petugas tiba di lokasi sekitar 20 menit kemudian dan langsung melakukan penyekatan serta pemadaman untuk menghentikan penjalaran api. Sebanyak 10 personel TRC-PB BPBD Damkar Barito Timur dikerahkan dalam operasi tersebut.

Pemadaman melibatkan unsur gabungan dari pemadam kebakaran pemerintah daerah, Polres Barito Timur, Kodim 1012/Buntok, Yonif TP 924/Uria Mapas, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Perumdam Tirta Janang, serta unsur perangkat daerah yang tergabung dalam Posko Terpadu Karhutla.

Kepala Desa Pulau Patai bersama masyarakat setempat juga ikut mendukung operasi pemadaman. Bantuan turut datang dari Relawan Matabu Jaya (RMJ) dan Relawan Mungkur Kandangan (RMK).

Untuk menjangkau dan mengendalikan titik api, petugas menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya mesin pompa air, nozzle, selang antar, mobil pemadam, mobil operasional, dan knapsack sprayer. Pasokan air diperkuat satu tangki suplai air PDAM Barito Timur serta satu tandon berkapasitas 1.000 liter.

Setelah berjibaku lebih dari tiga jam, tim akhirnya berhasil mengendalikan seluruh area yang terbakar. Operasi pemadaman berlangsung hingga pukul 16.45 WIB dengan luas lahan terdampak diperkirakan mencapai 2 hektare.

Parluhutan menegaskan petugas memastikan seluruh titik api telah padam sebelum meninggalkan lokasi. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi munculnya kembali bara, terutama pada lahan yang memiliki lapisan gambut cukup dalam.

"Api sepenuhnya sudah dipadamkan. Sebelum keluar dari lokasi, masing-masing instansi memastikan seluruh anggotanya lengkap, kemudian tim kembali ke tempat masing-masing," kata Parluhutan.

Penanganan karhutla di Pulau Patai menunjukkan pentingnya respons cepat dan kerja bersama dalam menghadapi kebakaran lahan. Kondisi angin yang kencang dan karakteristik gambut menjadi faktor yang harus diwaspadai karena dapat mempercepat penyebaran api sekaligus menyisakan bara di bawah permukaan.

Tim gabungan pun terus mengedepankan penyekatan, pemadaman, dan pengecekan ulang di lokasi untuk memastikan api tidak kembali berkobar dan kebakaran tidak meluas ke area lainnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)