BORNEONEWS, Tamiang Layang – Keterbatasan sumber air memperberat upaya tim gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di ruas jalan Ampah–Patas, Desa Baruyan, Kecamatan Raren Batuah, Kabupaten Barito Timur, Kamis, 3 September 2026. Kebakaran yang melanda semak belukar dan kebun karet masyarakat itu diperkirakan telah membakar sekitar 3,5 hektare lahan.
Tim Brigade Karhutla KPHP Barito Hilir Posko 1 bersama MPA Pengembara Ampah mulai bergerak ke lokasi pada pukul 13.46 WIB setelah menerima laporan masyarakat. Petugas kemudian melakukan pembatasan jalur api dan pemadaman untuk mencegah kobaran merambat lebih luas.
Kasie Perlindungan Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat KPHP Barito Hilir, Deddy Prayitno, mengatakan tidak tersedianya sumber air di sekitar titik kebakaran menjadi salah satu kendala utama dalam operasi pemadaman.
“Karena tidak ada sumber air di sekitar titik kebakaran, kami mengandalkan air dari tangki Brimob. Jaraknya sekitar 500 meter dari titik api, sehingga dukungan sarana dan koordinasi antartim sangat penting selama proses pemadaman,” kata Deddy.
Selain persoalan pasokan air, petugas juga menghadapi kondisi angin yang cukup kencang. Hembusan angin membuat api lebih cepat merambat sehingga tim harus bergerak cepat menentukan jalur pembatas sekaligus memadamkan titik-titik api.
“Begitu mendapat informasi dari masyarakat, tim langsung bergerak menuju lokasi dan segera melakukan pembatasan jalur api serta pemadaman. Kendala utama di lapangan adalah angin yang kencang karena membuat perambatan api lebih cepat,” tuturnya.
Karakteristik lahan turut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan ekstra. Area yang terbakar memiliki tanah mineral dan sebagian bergambut dengan tipe kebakaran yang terjadi di bagian atas maupun bawah permukaan.
Dari estimasi 3,5 hektare lahan yang terdampak, tim berhasil memadamkan sekitar 1 hektare area kebakaran. Operasi berlangsung hingga pukul 16.39 WIB dan kondisi api di lokasi dilaporkan sudah padam.
“Api sudah berhasil dipadamkan. Namun, karena kondisi lahannya ada yang bergambut, penanganan tetap harus dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul,” ujar Deddy.
Pemadaman melibatkan Regu MPA Pengembara Posko 1, Polsek Dusun Tengah, tim Kecamatan Raren Batuah, Pemerintah Desa Baruyan, personel Brimob, serta masyarakat. Sinergi berbagai unsur tersebut mempercepat penanganan sekaligus membantu mencegah api menjalar ke area lain.
Dalam operasi itu, petugas mengerahkan dua mobil operasional, satu unit mesin pompa Honda 160GX 5 HP, selang hisap, 10 roll selang penghantar berukuran 1,5 inci, nozzle, konektor Y, jerigen air, kopyok, sekop, penggaruk, jet shooter, masker, dan radio HT.
Dukungan tangki air Brimob menjadi bagian penting dalam operasi tersebut mengingat sumber air tidak tersedia di sekitar lokasi. Petugas harus mengatur suplai air agar proses pemadaman tetap berlangsung meski jarak antara tangki dan titik api mencapai sekitar 500 meter.
Lokasi kebakaran berada di kawasan Area Penggunaan Lain (APL). Meskipun api telah berhasil dipadamkan, tim tetap perlu mewaspadai kemungkinan munculnya kembali titik api, terutama pada bagian lahan yang memiliki lapisan gambut.
Menurut Deddy, laporan cepat dari masyarakat turut membantu mempercepat respons petugas. Informasi yang diterima lebih awal memungkinkan tim segera menuju lokasi sebelum kebakaran berkembang menjadi lebih luas.
“Informasi dari masyarakat sangat penting. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula tim bisa bergerak untuk melakukan penanganan sebelum api meluas,” pungkasnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









