BORNEONEWS, Tamiang Layang – Gerak cepat tim gabungan berhasil menghentikan penyebaran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Runggu Raya, Kecamatan Paku, Kabupaten Barito Timur, Kamis, 3 September 2026. Api yang membakar kebun karet dan semak belukar tersebut melanda lahan sekitar satu hektare sebelum berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 70 menit.
Informasi kebakaran diterima Brigade Karhutla KPHP Barito Hilir Posko 2 MPA Pengembara dari masyarakat. Personel kemudian bergerak menuju lokasi dan bergabung dengan Damkar Pemda Dusun Tengah, Damkar Pemda Paku, kepolisian, aparat desa, aparat kecamatan, serta masyarakat untuk melakukan penanganan.
Tim mulai melaksanakan pemadaman sekitar pukul 14.35 WIB. Petugas langsung menyasar titik-titik api sekaligus membatasi jalur rambatan untuk mencegah kobaran menjalar ke kawasan lain yang masih ditumbuhi vegetasi mudah terbakar.
Kasie Perlindungan Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat KPHP Barito Hilir, Deddy Prayitno, mengatakan keterlibatan berbagai unsur membantu mempercepat proses pengendalian karhutla di lapangan.
“Tim bergerak menuju lokasi dan segera melakukan pemadaman. Kami juga membantu menyuplai air ke tangki damkar serta melakukan pembatasan jalur api,” ujarnya.
Upaya pemadaman berlangsung di atas lahan mineral dan gambut tebal. Kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan penyiraman secara intensif karena sebagian api merambat hingga ke bagian bawah permukaan tanah dan menyisakan bara yang berpotensi kembali menyala.
Untuk mendukung operasi, tim mengerahkan satu mobil operasional, lima handy talky (HT), satu mesin pompa Honda 160GX berkekuatan 5 HP, selang hisap, serta satu roll selang penghantar berukuran 1,5 inci.
Pasokan air diperoleh dari tangki Damkar Pemda dan tandon milik warga. Dari sumber air tersebut, petugas harus menjangkau titik kebakaran yang berjarak sekitar 100 meter.
Selain memadamkan kobaran, personel mempersempit jalur api agar tidak menjalar ke area yang lebih luas. Strategi tersebut menjadi penting mengingat semak belukar dan kebun karet di sekitar lokasi dapat mempercepat rambatan api.
Setelah sekitar 70 menit berjibaku, tim gabungan berhasil memadamkan api di area yang diperkirakan mencapai satu hektare. Operasi penanganan berakhir sekitar pukul 15.45 WIB dan titik kebakaran dilaporkan sudah padam.
Deddy mengatakan kondisi lahan tetap perlu diperhatikan setelah api permukaan berhasil dipadamkan. Lapisan gambut yang terbakar dapat menyimpan bara di bawah permukaan sehingga petugas perlu memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.
Lokasi kebakaran diketahui berada dalam kawasan berstatus Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK). Sinergi MPA Pengembara Posko 2, damkar pemerintah daerah, kepolisian, aparatur pemerintahan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membatasi dampak kebakaran sehingga tidak meluas dari area sekitar satu hektare. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









