MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Barito Utara H Alpiansah menegaskan calon jamaah haji 1448 Hijriah/2027 Masehi harus mulai mempersiapkan diri sejak dini, baik secara fisik, mental, spiritual maupun administrasi.

Menurutnya, persiapan tersebut penting karena pelaksanaan ibadah haji membutuhkan kesiapan menyeluruh dan tidak dapat dilakukan secara mendadak.

“Calon jamaah haji diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, baik secara fisik, mental, spiritual maupun administrasi. Seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan dan pembinaan harus diikuti dengan sungguh-sungguh sebagai bagian dari persiapan menuju pelaksanaan ibadah haji,” ujar Alpiansah.

Ia menekankan kesehatan menjadi salah satu faktor penting karena jamaah akan menjalani rangkaian ibadah yang membutuhkan kondisi fisik prima.

Karena itu, calon jamaah diminta aktif mengikuti pemeriksaan kesehatan dan pembinaan yang dilaksanakan instansi terkait agar mampu menjalankan ibadah dengan aman, nyaman dan optimal.

Pesan tersebut disampaikan Alpiansah saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Pemeriksaan dan Pembinaan Calon Jamaah Haji Kabupaten Barito Utara 1448 H/2027 M di Aula Bappedarida Barito Utara, Kamis, 3 September 2026.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan kebijakan Kementerian Haji dan Umrah terkait penyelenggaraan haji 2027, mulai dari aspek administrasi, pembinaan, kesehatan hingga kesiapan menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Alpiansah juga menilai sinergi antara Kementerian Haji dan Umrah dengan Dinas Kesehatan penting dalam memastikan calon jamaah memperoleh pembinaan dan pelayanan sejak tahap persiapan.

“Sinergi antara Kementerian Haji dan Umrah dengan Dinas Kesehatan sangat penting dalam memberikan pembinaan dan pelayanan kepada calon jamaah. Dengan persiapan yang baik, kita berharap jamaah Barito Utara dapat melaksanakan ibadah haji dengan tertib, aman dan lancar,” katanya.

Ia berharap seluruh calon jamaah memahami setiap tahapan yang harus dijalani sehingga persiapan keberangkatan dapat dilakukan lebih matang dan tidak terkendala menjelang pelaksanaan ibadah haji. (RAMADHANI/j)