BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya dari Fraksi PKB Sri Ani Rintuh mengingatkan Pemerintah Kota Palangka Raya agar target peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam dua hingga tiga tahun ke depan disusun secara realistis, terukur dan berbasis data.
Menurutnya, proyeksi PAD tidak boleh hanya ditentukan berdasarkan perkiraan, tetapi harus mempertimbangkan kondisi ekonomi daerah serta potensi penerimaan yang masih dapat dioptimalkan.
“Target peningkatan PAD yang terukur dalam dua sampai tiga tahun ke depan harus berdasarkan metode forecasting ekonomi makro Kota Palangka Raya,” kata Sri Ani, Jumat, 4 September 2026.
Ia mengatakan penyusunan target tersebut dapat mengacu pada data historis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya serta hasil kajian analisis potensi pajak daerah yang dilakukan bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya pada 2025.
Menurut Sri Ani, penggunaan data historis dan hasil kajian penting agar pemerintah memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kemampuan fiskal serta potensi penerimaan yang masih dapat digali.
“Data historis BPS Kota Palangka Raya dan laporan kajian analisis potensi pajak daerah tahun 2025 harus menjadi salah satu pijakan dalam menentukan target,” ujarnya.
Ia menilai target yang disusun berdasarkan data juga akan memudahkan pemerintah melakukan evaluasi terhadap capaian PAD dari tahun ke tahun.
Jika realisasi penerimaan tidak sesuai proyeksi, penyebabnya harus segera diidentifikasi agar pemerintah dapat menyiapkan langkah koreksi dan strategi peningkatan pendapatan.
Sri Ani menegaskan, peningkatan PAD penting untuk memperkuat kapasitas fiskal Kota Palangka Raya dalam membiayai pembangunan dan pelayanan publik.
Karena itu, strategi peningkatan pendapatan daerah harus dirancang secara terencana, berbasis potensi riil serta disertai evaluasi berkala agar target yang ditetapkan dapat dicapai secara berkelanjutan. (MARINI/j)









