BORNEONEWS, Banda Aceh – Sebanyak 15 siswa SDN Bukit Mulie, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengalami gejala keracunan dan diduga berkaitan dengan makanan bergizi gratis (MBG). Kondisi terkini, mereka dikabarkan telah pulih dan dipulangkan ke rumah masing-masing.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Bener Meriah Riswandika Putra mengatakan seluruh siswa sebelumnya mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Lampahan.
“Semua sudah tertangani dengan baik. Yang dirawat 15 orang. Jadi malam itu langsung pulang 10 orang, pagi ini lima orang,” kata Riswandika saat dikonfirmasi dari Banda Aceh, Kamis, 3 September 2026.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 2 September 2026. Sebanyak 15 siswa dilarikan ke puskesmas setelah mengalami sejumlah keluhan, mulai dari mual, pusing hingga muntah.
Para siswa diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan. Namun, Dinas Kesehatan belum dapat memastikan bahwa penyebabnya berasal dari menu MBG.
Riswandika mengatakan kepastian penyebab masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Sampel yang diperiksa tidak hanya berasal dari menu MBG, tetapi juga makanan yang tersedia di kantin sekolah.
“Indikasinya itu kan keracunan. Cuma kita belum berani memastikan akibat makanan MBG itu. Karena harus diuji lab dulu ya, baru boleh kita memberikan kepastian,” ujarnya.
Karena itu, dugaan keterkaitan dengan program MBG masih harus menunggu hasil pengujian untuk memastikan sumber makanan yang menyebabkan para siswa mengalami gangguan kesehatan.
Meski seluruh siswa telah diperbolehkan pulang, Dinas Kesehatan Bener Meriah tetap melakukan pemantauan melalui petugas puskesmas.
“Karena sudah pulang, kan sudah baik. Tetapi tetap dalam pantauan kita, dipantau terus melalui kawan-kawan di Puskesmas dan Dinas Kesehatan,” kata Riswandika.
Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi dasar untuk memastikan sumber keracunan yang dialami para siswa tersebut.
ANTARA









