BORNEONEWS, Kuala Pembuang- Lantaran terus menerus halaman rumahnya selalu tergenang banjir dadakan akibat luapan air Sungai Seruyan yang pasang, sejumlah warga Kampung Fatimah, RT 31, Desa Sungai Undang, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan meminta pemkab setempat membangunkan drainase pada pinggiran jalan lokasi pemukiman mereka.
"Sudah berapa malam ini air sungai pasang hingga menggenangi halaman rumah dan mencapai badan jalan. Beruntung, sungai pasangnya malam. Coba kalau saat siang hari, pasti sedikit banyak mengganggu aktivitas," ujar seorang warga setempat yang tak mau disebutkan namanya, Jumat (13/1/2017).
Dengan adanya bangunan drainase yang diharapkan itu, lanjut dia, sehingga begitu air sungai pasang dilokasi pemukiman ini, maka secara berangsur air sungai yang muncul di halaman rumah akan merembes masuk ke dalam drainase.
"Ini dataran lokasi tanahnya terbilang rendah. Beruntung lagi, lantai rumah warga tak ikut tergenang. Karena dibangun dengan pondasi tinggi maksimal," ujarnya.
Dia melanjutkan, meskipun luapan atau naiknya air sungai Seruyan ke dataran akan mulai menyurut selang beberapa jam kemudian, namun pihak warga yang halaman rumahnya tergenang tetap saja merasa risau. Sebab menyulitkan mereka beraktivitas dihalaman luar rumah.
"Mudah-mudahan tahun ini, pemkab bersedia membangunkan drainase dilokasi tempat tinggal kami," harap dia. (PARNEN/B-5)








