PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah menghadapi tantangan berat seiring puncak musim kemarau pada Agustus hingga September 2026.

Kondisi kemarau tersebut diprediksi masih berlangsung hingga akhir Oktober atau bahkan awal November 2026.

Hal itu disampaikan Agustiar saat memimpin Rapat Evaluasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla di Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Jayang Tingang Lantai II Kantor Gubernur Kalteng.

Rapat tersebut dihadiri unsur Pemerintah Provinsi Kalteng, Forkopimda, serta para bupati dan wali kota se-Kalimantan Tengah.

Gubernur mengibaratkan penanganan karhutla seperti lari maraton yang membutuhkan kesiapan, ketahanan, konsistensi, dan kerja sama seluruh pihak.

“Kita harus siap menghadapi kondisi yang panjang, bukan hanya hari ini. Dampaknya juga harus kita tangani, termasuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi dan dukungan anggaran tersedia,” tegas Gubernur dalam keterangannya seperti dikutip borneonews pada Jumat, 4 September 2026. (HERMAWAN DP/y)