KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kondisi kekeringan yang berlangsung di Kabupaten Kapuas mendorong keluarga besar Yayasan Islam Al Amin mengambil langkah praktis untuk membantu warga yang membutuhkan air bersih. Bantuan disalurkan pada Jumat, 4 September 2026, setelah pelaksanaan Salat Istisqa yang diikuti siswa Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Amin dan santri Pondok Pesantren Al Amin 2.

Salat Istisqa dilaksanakan di halaman Pondok Pesantren Al Amin 2, Jumat pagi. Selain siswa dan santri, kegiatan tersebut diikuti Badan Pengurus Harian Yayasan Islam Al Amin, pengawas TK, SD, dan SMP, serta sejumlah orang tua siswa.

Dalam khutbahnya, Ustaz Uci Nurdianto menyampaikan bahwa berkurangnya ketersediaan air menjadi pengingat atas ketergantungan manusia terhadap sumber daya yang selama ini dianggap sebagai kebutuhan sehari-hari. Ia mengajak jamaah memperbanyak istighfar dan melakukan introspeksi diri.

“Kita datang karena akhirnya kita sadar bahwa kita adalah hamba yang lemah. Kita tidak mampu memenuhi kebutuhan kita sendiri tanpa pertolongan Allah. Satu demi satu nikmat yang Allah berikan sering kali baru kita rasakan nilainya ketika nikmat tersebut mulai berkurang,” kata Ustaz Uci dalam khutbahnya.

Seusai shalat, bantuan air bersih kemudian didistribusikan menggunakan dua kendaraan milik Yayasan Islam Al Amin Kapuas. Air disalurkan ke empat titik yang membutuhkan, dengan sejumlah siswa SMA IT Al Amin Kapuas ikut membantu proses pembagian kepada warga.

Bantuan tersebut antara lain bersumber dari infak yang dikumpulkan saat pelaksanaan Salat Istisqa. Penyaluran air menjadi bentuk respons langsung terhadap kebutuhan warga di tengah kondisi kekeringan, ketika akses terhadap air bersih menjadi persoalan bagi sebagian masyarakat.

Rangkaian kegiatan pada hari yang sama itu memperlihatkan dua bentuk respons terhadap kekeringan, yakni permohonan hujan melalui Salat Istisqa dan penyaluran air bagi warga yang membutuhkan. Di sisi lain, kebutuhan air bersih selama periode kering menunjukkan pentingnya dukungan dan kepedulian bersama agar masyarakat tetap memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar tersebut. (SABRIANOOR/H)