PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah (Kalteng), Faridawaty Darland Atjeh, menilai kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kabut asap pada 2026 harus menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk memperkuat pencegahan di masa mendatang.

Menurut Faridawaty, dampak kabut asap tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah yang terjadi Karhutla, tetapi juga dapat menyebar hingga memengaruhi negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.

“Karhutla 2026 ini menjadi peringatan bagi kita semua. Kita melihat negara tetangga seperti Brunei dan Malaysia juga terdampak, sementara titik api ada di Indonesia. Ini menjadi tugas kita semua,” kata Faridawaty, Jumat, 4 September 2026.

Ia menegaskan penanganan Karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah munculnya titik api, terutama dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Faridawaty meminta pemerintah memperkuat langkah pencegahan sebelum memasuki musim kemarau, mulai dari pemetaan wilayah rawan, kesiapan personel dan peralatan hingga pengawasan terhadap potensi munculnya titik api.

Di sisi lain, masyarakat diharapkan turut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran. Respons cepat menjadi penting agar api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah. Masyarakat juga harus ikut bertanggung jawab. Kita harus bersama-sama mencegah agar kejadian seperti ini tidak terus berulang,” tegasnya.

Faridawaty berharap pengalaman Karhutla 2026 menjadi bahan evaluasi bersama untuk membangun sistem pencegahan yang lebih kuat. Dengan kolaborasi pemerintah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan, risiko Karhutla dan kabut asap di tahun-tahun mendatang dapat ditekan. (MARINI/H)