PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Rumah Aman Asap yang dibuka DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah tidak hanya disiapkan untuk membantu masyarakat selama kabut asap akibat Karhutla. Setelah kondisi asap berlalu, fasilitas tersebut akan tetap dimanfaatkan sebagai ruang aman bagi anak-anak dan perempuan dampak dari korban Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).

Ketua DPW Partai NasDem Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, mengatakan keberadaan Rumah Aman tersebut diharapkan memiliki manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, tidak berhenti ketika kondisi darurat kabut asap berakhir.

“Setelah asap berlalu, ruang ini akan tetap menjadi ruang aman bagi anak-anak dan perempuan, termasuk bagi korban KDRT,” kata Faridawaty.

Menurutnya, keberadaan ruang aman tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan tempat yang dapat memberikan rasa aman dan perlindungan bagi kelompok yang membutuhkan.

Faridawaty menegaskan, semangat awal pembentukan Rumah Aman Asap adalah membantu masyarakat yang terdampak bencana. Namun, setelah masa darurat selesai, fasilitas tersebut diharapkan dapat dialihkan untuk kebutuhan sosial yang lebih luas.

Dengan konsep tersebut, Rumah Aman NasDem tidak hanya menjadi tempat penanganan sementara dampak kabut asap, tetapi juga dapat menjadi ruang perlindungan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dan rasa aman.

“Jadi setelah persoalan asap selesai, tempat ini tidak berhenti. Kita ingin tetap memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan perempuan yang membutuhkan ruang aman,” ujarnya. (MARINI/H)