BORNEONEWS, Sampit – Kawasan Ikon Jelawat Sampit kembali diramaikan dengan kegiatan seni budaya dan kuliner yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan sekaligus memasarkan berbagai produk unggulan mereka, mulai dari kuliner khas daerah hingga produk kerajinan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kotim, Muslih, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk terus berkembang.
Menurutnya, kawasan Ikon Jelawat merupakan salah satu lokasi strategis untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat karena menjadi salah satu tujuan warga untuk bersantai dan berwisata di Sampit.
“Kegiatan seperti ini kami harapkan dapat menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya secara langsung kepada masyarakat,” ujar Muslih.
Ia menambahkan keberadaan UMKM tidak hanya berkaitan dengan aktivitas jual beli, tetapi juga menjadi bagian dari penggerak ekonomi daerah. Karena itu, pihaknya terus mendorong agar pelaku UMKM mendapatkan kesempatan untuk memperluas pasar.
“Kami ingin UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas. Salah satunya melalui kegiatan-kegiatan yang mempertemukan langsung pelaku usaha dengan masyarakat,” katanya.
Selain mengangkat sektor kuliner, kegiatan tersebut juga memadukan unsur seni dan budaya. Hal ini dinilai penting agar geliat ekonomi masyarakat tetap berjalan beriringan dengan upaya melestarikan budaya lokal.
Salah satu seni budaya yang dilaksanakan yaitu kuda lumping dari Turonggo Satrio Manunggal. Pergelangan tersebut cukup menarik perhatian masyarakat Sampit. Ini membuat kawasan Ikon Jelawat padat pengunjung.
"Seperti yang saya katakan sebelumnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ini harus berkolaborasi agar semua jalan, UMKM, pariwisata maupun kebudayaannya, " ungkapnya.
Ia berharap kegiatan seni budaya dan kuliner UMKM di kawasan Ikon Jelawat dapat terus digelar secara berkelanjutan. Dengan demikian, kawasan tersebut tidak hanya menjadi tempat berkumpul masyarakat, tetapi juga mampu menjadi salah satu pusat promosi produk lokal Kotim.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus dikembangkan sehingga semakin banyak UMKM yang terlibat dan masyarakat juga semakin mengenal produk-produk lokal kita,” pungkasnya. (DEVI/H)









