BORNEONEWS, Palangka Raya — Dalam rangka mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), sejumlah personel Pasis Dikreg Sesko TNI Angkatan LVI melaksanakan kegiatan penyuluhan pencegahan Karhutla di dua titik wilayah Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta memperkuat sinergi dalam deteksi dini titik api.
Penyuluhan dipimpin langsung oleh Laksma TNI Henricus P, didampingi tim yang terdiri dari Kolonel Arh Sutrisno, Kolonel Pnb Sunar Adi, Kolonel Laut (S) Hendri Susilo, Kolonel Czi Mangatas Sibuea, Kolonel Lek Tommy Aryanto, Kolonel Pas Made Suarsono, Kolonel Inf Uun Samson, dan Kolonel Mar M. Akhyar.
Kegiatan berlangsung di Kantor Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas serta di MAN Kapuas, Kelurahan Selat Tangah, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas.
Pada kesempatan tersebut, tim penyuluh memberikan pemahaman mendalam terkait regulasi pencegahan Karhutla, sanksi hukum bagi pelaku pembakaran lahan, serta pentingnya peran aktif pemerintah desa dalam melakukan deteksi dini dan pelaporan cepat apabila ditemukan titik api.
Laksma TNI Henricus P menegaskan bahwa pencegahan Karhutla tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi erat antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat.
“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Mari bersama-sama kita jaga hutan dan lahan agar tetap lestari,” tegas Laksma Henricus P, Sabtu, 5 September 2026.
Penekanan ini disampaikan agar masyarakat memahami bahwa kelestarian lingkungan menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pihak berwenang saja.
Di MAN Kapuas, tim menyasar para siswa dan siswi melalui metode dialog dan simulasi interaktif.
Para pelajar diajak memahami rantai pemicu Karhutla, mulai dari faktor cuaca, kelalaian manusia, hingga dampak kabut asap bagi kesehatan pernapasan.
Tim penyuluh menekankan bahwa hutan dan lahan tidak boleh dibakar untuk membuka kebun, melainkan harus dipelihara demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.
Sementara itu di Kantor Camat Selat, penyuluhan menyasar perangkat desa, ketua RT/RW, warga, serta Babinsa. Diskusi difokuskan pada upaya bersama memelihara kelestarian lingkungan, hutan, dan alam melalui kesadaran kolektif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran luas di masyarakat Pulang Pisau dan Kapuas untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
"TNI bersama pemerintah daerah berkomitmen memperkuat sinergi melalui edukasi, patroli terpadu, hingga sistem peringatan dini berbasis masyarakat, guna menekan ancaman Karhutla sejak dini sebelum meluas," pungkasnya. (PATHUR/Y)









