PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Penanganan Karhutla (BPB-PK) Kalteng, Ahmad Toyib mengatakan hingga September 2026, tercatat terdapat 50 titik api dengan luas lahan terbakar mencapai lebih dari 77 hektare.

Dari luasan tersebut, lebih dari 48 hektare telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan, sementara penanganan masih berlanjut di titik-titik yang tersisa.

Upaya pemadaman di lapangan saat ini masih mengandalkan kombinasi operasi darat dan udara untuk menjangkau titik api yang sulit diakses. Sebanyak 10.700 personel Satgas Karhutla telah dikerahkan dan tersebar di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah.

Kekuatan gabungan ini terdiri dari unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Dinas Kehutanan, serta ribuan relawan masyarakat yang terus berjibaku di lapangan.

Dari sisi dukungan udara, pihak berwenang telah menyiagakan 4 helikopter untuk mendukung operasi pengawasan dan pemantauan titik api.

Sementara itu, 1 helikopter water bombing yang menjadi andalan untuk pemadaman dari udara saat ini masih menjalani perawatan rutin guna memastikan kesiapan operasionalnya saat kembali digunakan nanti.

"Pemerintah berharap seluruh armada udara dapat beroperasi secara optimal untuk mempercepat penanganan Karhutla," katanya, Sabtu, 5 September 2026

Sambungnya pemerintah juga telah menyiapkan bahan semai sebanyak 31 ton berupa garam atau NaCl untuk mendukung upaya Modifikasi Cuaca (OMC).

Langkah ini menjadi salah satu upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah-wilayah yang berpotensi maupun sedang terdampak Karhutla.

Program OMC ini diharapkan dapat membantu mempercepat proses terbentuknya awan hujan, sehingga dapat meredakan kekeringan yang melanda wilayah Kalteng sekaligus mendinginkan lahan yang terbakar.

Upaya ini menjadi pelengkap dari pemadaman konvensional yang dilakukan dari darat maupun udara, mengingat penanganan Karhutla membutuhkan pendekatan menyeluruh dan terpadu dari berbagai aspek.

Ahmad Toyib menegaskan bahwa seluruh unsur terkait terus bergerak dengan maksimal untuk menekan angka kebakaran dan mencegah meluasnya titik api. 

Sinergi antara pemadaman langsung di lapangan dengan upaya modifikasi cuaca diharapkan dapat memberikan hasil yang signifikan.

"Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan guna mencegah bertambahnya titik api baru di tengah kondisi cuaca yang masih kering dan rawan kebakaran,"pungkasnya. (PATHUR/Y)