BORNEONEWS, Palangka Raya — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kehutanan terus memantau secara ketat perkembangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama masa tanggap darurat tingkat provinsi yang sedang berlangsung.
Status tanggap darurat Karhutla telah resmi ditetapkan sejak 31 Agustus 2026 dan akan berlaku selama satu bulan ke depan, hingga akhir September 2026.
Berdasarkan pemutakhiran data harian dari Posko Karhutla Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, tren titik panas (hotspot) harian dengan skala sedang hingga tinggi dalam empat hari pertama masa tanggap darurat menunjukkan penurunan yang signifikan, yakni sekitar 45,8 persen.
"Penurunan tersebut tercatat pada data tanggal 4 September 2026 jika dibandingkan dengan titik puncak jumlah hotspot yang terjadi pada 29 Agustus 2026," Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melalui Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Agustan Saining, Sabtu, 5 September 2026.
Penurunan angka titik panas ini menjadi sinyal positif bahwa berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah bersama seluruh unsur terkait mulai memberikan hasil.
Meski demikian, pihak Dinas Kehutanan menegaskan bahwa kondisi masih belum aman dan kewaspadaan tidak boleh dikendurkan mengingat masa tanggap darurat masih berjalan dan cuaca belum sepenuhnya berubah.
Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Dinas Kehutanan mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kerja sama dan gotong royong dalam pengendalian Karhutla.
Berbagai langkah strategis terus digencarkan, mulai dari deteksi dini titik api, pemadaman darat, operasi udara, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pembakaran, hingga peningkatan kesadaran masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker sebagai perlindungan diri dari dampak kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara belum membaik.
“Masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap lingkungan sekitar. Jika terjadi Karhutla, masyarakat diharapkan segera melaporkan dan melakukan upaya pemadaman sederhana sebelum api meluas,” ungkap Agustan. (PATHUR/Y)









