BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sistem Informasi dan Pemantauan Kinerja Perkebunan Berkelanjutan (Sipkebun) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mampu menyajikan data real time perkebunan.
"Kita dapat mengetahui siapa yang menanam, lokasi, dan bagaimana kelapa sawit berkembang secara real time," beber Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Kobar, Kamaludin, Jumat (13/1/2017).
Sistem ini, lanjut Kamaludin, memungkinkan pemerintah memantau semua kebun dan mengidentifikasi kebun yang menerapkan praktik berkelanjutan maupun praktik yang melanggar peraturan.
"Misalnya yang membakar lahan dan membuka hutan yang dilindungi, semua akan ketahuan," ungkapnya.
Pada tahap awal, Sipkebun akan menyimpan dan menampilkan data petani swadaya kelapa sawit yang ada di Kabupaten Kobar, termasuk lokasi dan wilayah perkebunan, tingkat produksi, dan kondisi sosio-ekonomi.
"Ini salah satu lompatan teknologi dalam bidang administrasi di lingkup perkebunan," ujarnya.
Selain itu, melalui pemetaan dengan sistem ini, Pemerintah setempat dapat membantu petani kecil dalam pendaftaran budidaya untuk memperkuat legalitas mereka.
"Saat ini Kabupaten Kobar sudah menerbitkan 200 Surat Tanda Daftar Budidaya (STD-B) untuk petani swadaya kelapa sawit, dan jumlah ini masih akan terus betambah," sebutnya.
Dengan membangun basis data yang kuat, pemerintah dapat mengetahui masalah riil yang dihadapi, sehingga proses perencanaan dan pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan baik.
"Dengan aplikasi ini diharapkan bisa membantu secara sistematis percepatan penyelesaian masalah perkebunan yang dihadapi selama ini," tandasnya. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-8)








