BORNEONEWS, Tamiang Layang – Tim gabungan bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda lahan masyarakat di Desa Sarapat, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Sabtu, 5 September 2026. Kebakaran menghanguskan sekitar dua hektare lahan sebelum akhirnya berhasil dipadamkan seluruhnya.
Laporan mengenai kebakaran diterima Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Barito Timur dari masyarakat melalui aplikasi WhatsApp. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel bergerak dari Posko Siaga Karhutla Tamiang Layang sekitar pukul 10.38 WIB menuju lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman untuk mencegah kobaran api meluas ke area lainnya. Penanganan melibatkan personel gabungan dari TRC BPBD Barito Timur, Polres Barito Timur, Kodim 1012/Buntok, Yonif TP 924/Uria Mapas, Satpol PP, Perumdam Tirta Janang, Posko Terpadu Karhutla Barito Timur, unsur organisasi perangkat daerah, serta warga setempat.
Upaya pemadaman tidak berlangsung tanpa kendala. Petugas harus menghadapi kondisi akses menuju lokasi yang cukup sulit, dengan jalan tanah yang sempit dan berpasir sehingga menyulitkan mobilisasi kendaraan, personel, maupun peralatan pemadaman.
Meski demikian, keterbatasan medan tidak menyurutkan upaya tim. BPBD Barito Timur mengerahkan mesin pompa portabel, selang, nozzle, mobil operasional, tandon air berkapasitas 1.000 liter, serta lima unit knapsack sprayer. Dukungan pasokan air juga diperkuat Perumdam Tirta Janang melalui satu unit mobil tangki.
Berdasarkan pendataan TRC-PB, api membakar vegetasi berupa pepohonan kayu dan pohon karet di lahan dengan karakteristik tanah mineral dan marginal. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai dua hektare.
Setelah berjibaku di lokasi, seluruh titik api berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Proses penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 11.28 WIB, atau sekitar 50 menit sejak tim meninggalkan posko.
“Api sepenuhnya sudah dipadamkan. Setelah pemadaman selesai, seluruh personel dari masing-masing instansi terlebih dahulu dilakukan pengecekan untuk memastikan tidak ada anggota yang tertinggal di lokasi,” kata Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Damkar Barito Timur, Parluhutan Tampubolon.
Setelah kondisi dinyatakan aman dan seluruh personel dipastikan lengkap, tim gabungan meninggalkan lokasi untuk kembali ke instansi masing-masing. Penanganan cepat tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah karhutla meluas, terutama di tengah kondisi lahan yang rentan terbakar.
Respons cepat masyarakat dalam melaporkan kejadian juga menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Laporan yang diterima sejak awal memungkinkan petugas segera bergerak sebelum kobaran api menjalar lebih luas. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)









