PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah kabupaten/kota dan pemangku kepentingan memperketat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghadapi puncak musim kemarau 2026.

Instruksi tersebut disampaikan dalam Rapat Evaluasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya.

Agustiar mengatakan penanganan karhutla menghadapi musim kemarau panjang membutuhkan daya tahan dan kesolidan bersama karena kondisi kemarau diprediksi berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2026.

"Menghadapi musim kemarau panjang, penanganan karhutla ibarat lari maraton, bukan lari jarak dekat. Kita tentu berharap karhutla bisa cepat berlalu, tapi kita harus mempersiapkan diri untuk perjuangan yang panjang. Jangan sampai kita hanya kuat di awal, lalu kehabisan tenaga," tegas Agustiar dalam keterangannya seperti dikutip Borneonews pada Sabtu, 5 September 2026.

Agustiar meminta para bupati dan wali kota memastikan ketersediaan personel, sarana prasarana, logistik, serta dukungan anggaran yang memadai bagi penanggulangan karhutla maupun penanganan dampaknya.

"Efisiensi bukan alasan, keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Selain memadamkan api, kita harus fokus menangani dampaknya, terutama kesiapan pelayanan kesehatan seperti rumah oksigen, vitamin untuk relawan dan kelompok rentan, serta ketersediaan air bersih melalui koordinasi dengan Dinas PU dan PDAM," ujar Agustiar.

Agustiar turut menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, relawan, dan masyarakat yang bekerja siang dan malam menanggulangi karhutla di lapangan. (HERMAWAN DP/H)