KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Identitas Eka Riani (45) atau Suster Theresa yang ditemukan meninggal dunia di perairan Sungai Kapuas usai diduga terjatuh dari Jembatan Pulau Telo pada Sabtu kemarin akhirnya terungkap. Korban diketahui merupakan tenaga pendidik yang menjabat sebagai Kepala SMP Katolik Santo Paulus Kuala Kapuas.

Kabar duka tersebut menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Kapuas. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Kapuas, Suwarno Muriyat, membenarkan bahwa almarhumah merupakan sosok pimpinan sekolah yang telah mengabdi cukup lama di wilayah tersebut.

"Lebih dari lima tahun," kata Kadisdik Kabupaten Kapuas, Suwarno Muriyat, Minggu, 6 September 2026.

Suwarno menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas meninggalnya almarhumah. Beliau mengenang sosok almarhumah sebagai pribadi yang berdedikasi tinggi terhadap peningkatan mutu pendidikan.

Bahkan pada hari ditemukannya jenazah, Minggu, 6 September 2026, almarhumah sedianya dijadwalkan untuk mengikuti agenda penting terkait pengembangan profesi keguruan.

"Seharusnya hari ini almarhum mengikuti Diklat PPG," ungkap Suwarno.

Terkait prosesi penghormatan terakhir dan takziah dari jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Suwarno menjelaskan bahwa pihaknya telah mengutus perwakilan resmi untuk menghadiri rangkaian ibadah pelepasan.

"Diwakilkan kepada Kabid Pemb SMP rekan-rekan Kepala SMP beragama Kristen, kebaktian di gereja Santo Paulus dan pemakaman di Banjarbaru," jelas Suwarno.

Ucapan duka cita mendalam juga disampaikan oleh Pengurus PGRI Kabupaten Kapuas atas berpulangnya Suster Eka Riani. Rangkaian ibadah kebaktian dilaksanakan di Gereja Santo Paulus Kuala Kapuas sebelum jenazah diberangkatkan menuju peristirahatan terakhir di Banjarbaru. (SABRIANOOR/j)