BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Pusat Layanan Autis (PLA) Dinas Pendidikan mengalihkan sementara layanan terapi tatap muka bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) ke rumah selama kondisi kabut asap dan kualitas udara tidak sehat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Jayani mengatakan kebijakan tersebut dilakukan untuk melindungi kesehatan anak tanpa menghentikan program terapi dan stimulasi yang selama ini mereka jalani.
“Sebagai antisipasi dan untuk melindungi kesehatan anak, PLA Kota Palangka Raya di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya mengalihkan sementara sesi terapi tatap muka di pusat layanan menjadi program terapi dan pendampingan guru ke rumah anak,” kata Jayani di Palangka Raya, Minggu, 6 September 2026.
Menurutnya, pendampingan dilakukan dengan pendekatan kolaboratif. Terapis dan guru mendatangi rumah anak dan memberikan program yang sebelumnya dilaksanakan di pusat layanan.
“Program pendampingan ke rumah ini menggunakan pendekatan ganda, yakni terapis dan guru melakukan visit serta memberikan program seperti yang dilakukan di pusat layanan, tetapi dialihkan ke rumah,” jelasnya.
Pola tersebut juga memungkinkan orang tua melihat secara langsung proses terapi serta memahami aktivitas yang dapat diterapkan kembali secara mandiri di rumah.
“Kami berharap orang tua tetap membantu anak melakukan aktivitas latihan meskipun dengan keterbatasan media yang ada di rumah,” tambah Jayani.
Selama aktivitas di luar ruangan dibatasi akibat kabut asap, program terapi difokuskan pada aspek sensori motorik dan kemandirian anak.
Langkah itu diharapkan menjaga rutinitas ABK agar tetap aktif meski harus lebih banyak berada di dalam rumah.
Dinas Pendidikan juga menaruh perhatian pada kemungkinan munculnya kecemasan maupun perubahan perilaku akibat terganggunya rutinitas anak selama kondisi kabut asap.
Karena itu, keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam memastikan latihan dan stimulasi tetap berjalan sesuai arahan terapis dan guru.
Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Aprae Vico Ranan mengatakan kualitas udara yang berada pada kondisi tidak sehat menjadi pertimbangan utama pengalihan sementara layanan terapi ke rumah.
“Kesehatan anak adalah prioritas utama kami. Kabut asap tidak boleh menghentikan program terapi dan stimulasi anak-anak berkebutuhan khusus. Melalui pendampingan terapis dan guru ke rumah serta kolaborasi yang erat bersama orang tua, kami memastikan program anak tetap berjalan aman di dalam rumah,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan terapi tetap mengacu pada program yang diberikan di pusat layanan, namun disesuaikan dengan kondisi serta lingkungan rumah masing-masing anak.
Program pendampingan ini juga diharapkan membantu orang tua memahami aktivitas sederhana yang dapat dilakukan bersama anak menggunakan media yang tersedia di lingkungan rumah.









