JAKARTA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah terus memperkuat pasokan beras ke pasar rakyat dan jaringan ritel untuk menjaga ketersediaan sekaligus menekan potensi gejolak harga di tingkat konsumen.

Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng Erwin Budiana mengatakan pasokan yang disalurkan kepada masyarakat terdiri atas beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta beras komersial.

“Pasokan beras yang disalurkan kepada masyarakat terdiri atas beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta beras komersial,” kata Erwin di Palangka Raya, Minggu, 6 September 2026.

Sejak Maret hingga 4 September 2026, penyaluran beras SPHP di Kalimantan Tengah telah mencapai lebih dari 6.649 ton atau sekitar 78,51 persen dari target sepanjang tahun sebanyak lebih dari 8.469 ton.

Sementara itu, distribusi beras komersial hingga periode yang sama telah mencapai lebih dari 2.326 ton.

Bulog Kalteng juga mencatat total ketersediaan beras yang dikuasai saat ini sekitar 15.435 ton.

Untuk menjaga keterjangkauan harga, beras medium SPHP dijual Rp58.000 per kemasan lima kilogram. Sedangkan beras premium dipasarkan dengan harga Rp77.000 per kemasan lima kilogram.

Erwin mengatakan distribusi terus diperluas melalui pasar rakyat maupun jaringan ritel agar masyarakat lebih mudah memperoleh beras dengan harga yang terjangkau.

Penguatan pasokan tersebut juga diikuti pemantauan langsung terhadap perkembangan harga dan ketersediaan pangan di pasar.

Menurutnya, langkah itu sejalan dengan kebijakan Perum Bulog yang mengerahkan jajaran di seluruh Indonesia melakukan monitoring pasar secara serentak.

Pemantauan diperlukan untuk mengetahui lebih cepat apabila terjadi tekanan harga maupun gangguan pasokan sehingga langkah intervensi dapat dilakukan sebelum dampaknya meluas.

Secara nasional, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog per 5 September 2026 tercatat sekitar 4,9 juta ton yang tersebar di jaringan pergudangan seluruh Indonesia.

Adapun penyaluran beras SPHP secara nasional sepanjang 2026 hingga 5 September telah mencapai sekitar 756 ribu ton.

Menurut Erwin, kekuatan stok tersebut memberikan ruang bagi Bulog untuk melakukan intervensi pasar secara terukur ketika terjadi peningkatan kebutuhan maupun tekanan harga.

Selain beras SPHP, Bulog juga memperkuat pasokan beras premium dan sejumlah komoditas pangan lainnya.

Distribusi, operasi pasar, dan pengawasan kondisi pasar menjadi instrumen utama untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia serta menjaga harga pangan tetap terkendali.