BORNEONEWS, Jakarta – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta seluruh maskapai segera menyampaikan informasi pembatalan, perubahan jadwal hingga mekanisme pengembalian dana tiket kepada penumpang setelah enam bandara ditutup sementara akibat abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Dudy mengatakan pemberitahuan harus dilakukan secepat mungkin agar penumpang yang penerbangannya terdampak tidak perlu datang langsung ke bandara.
“Kepada para penumpang yang penerbangannya terganggu atau dalam hal ini dilakukan pembatalan, kami juga sudah meminta kepada pihak airlines untuk menyegerakan informasi tersebut disampaikan kepada para penumpang, sehingga para penumpang tidak perlu datang ke bandara,” kata Dudy dalam konferensi pers yang dipantau secara daring, Minggu, 6 September 2026.
Menurutnya, maskapai dapat menyampaikan informasi melalui kontak yang telah didaftarkan penumpang, seperti surat elektronik maupun nomor telepon.
Selain pemberitahuan mengenai pembatalan penerbangan, proses pengembalian dana atau refund tiket juga diharapkan dapat dilakukan secara elektronik.
Langkah tersebut dinilai penting agar pelayanan kepada penumpang tetap berjalan cepat di tengah terganggunya operasional penerbangan.
“Agar informasi pembatalan maupun pengembalian atau refund daripada tiketnya dapat dilaksanakan sesegera mungkin dan juga penumpang tidak perlu datang ke bandara,” ujarnya.
Kementerian Perhubungan juga meminta maskapai memastikan hak-hak penumpang tetap terpenuhi, termasuk memperoleh informasi yang jelas mengenai perubahan jadwal, pembatalan maupun prosedur pengembalian tiket.
Dudy mengatakan pemerintah akan terus memperbarui informasi mengenai perkembangan operasional penerbangan sesuai kondisi sebaran abu vulkanik.
“Kalau ada hal-hal lain, kami akan senantiasa meng-update informasinya kepada masyarakat,” katanya.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menutup sementara enam bandara karena terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang dinilai dapat mengganggu keselamatan operasional penerbangan.
Lima bandara yang lebih dulu ditutup yakni Bandara Radin Inten Lampung, Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Pondok Cabe Jakarta, serta Bandara Budiarto Curug, Tangerang.
Setelah dilakukan pengujian lanjutan pada pukul 12.00 WIB, Bandara Husein Sastranegara Bandung juga dinyatakan terdampak abu vulkanik sehingga operasional penerbangan dihentikan sementara.
Penutupan dilakukan berdasarkan informasi sebaran abu vulkanik dan pertimbangan keselamatan penerbangan. Pemerintah terus berkoordinasi dengan lembaga terkait, operator bandara dan maskapai untuk menentukan langkah selanjutnya.
ANTARA









