BORNEONEWS, Jakarta – SMAN 1 Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, berhasil meraih juara ketiga dalam Lomba Kreasi Baris-Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) Tingkat Nasional 2026 yang digelar MPR RI.
Ajang yang diikuti perwakilan dari 30 provinsi itu tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga diarahkan sebagai sarana menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Plt Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah mengatakan seluruh peserta yang datang ke Jakarta diharapkan tidak hanya berorientasi pada gelar juara.
“Harapan saya perwakilan dari 30 provinsi datang ke Jakarta bukan hanya untuk mengejar juara, tetapi untuk menanamkan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI,” kata Siti dalam keterangannya, Minggu, 6 September 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah penutupan dan pengumuman pemenang LKBB-PB tingkat nasional di halaman Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu, 5 September 2026.
Menurut Siti, kegiatan tersebut memiliki nilai pendidikan karena dapat membentuk karakter, kedisiplinan, kepemimpinan dan kerja sama peserta.
Pertemuan antarpelajar dari berbagai provinsi juga dinilai menjadi ruang untuk membangun persaudaraan dan jejaring lintas daerah.
“Kedisiplinan dan perjumpaan dengan rekan-rekan dari 29 provinsi lainnya ini bisa menjadi jaring pertemanan yang berharga untuk masa depan para peserta,” ujarnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, peserta berasal dari 30 provinsi. MPR RI berharap pada 2027 jumlah tersebut dapat diperluas hingga mencakup seluruh 38 provinsi.
Siti juga mengapresiasi kreativitas peserta dalam menampilkan berbagai formasi baris-berbaris dan pengibaran bendera.
“Kita melihat kreativitas yang luar biasa dari para peserta. Mereka mampu membuat formasi yang rumit dan menarik, tetapi tetap berada dalam koridor tata upacara yang baku,” tuturnya.
Ia menilai kemampuan tersebut menunjukkan bahwa LKBB-PB dapat menjadi media pembelajaran yang menggabungkan kedisiplinan, kerja sama, kepemimpinan dan kreativitas.
Dari hasil kompetisi, SMK Negeri 2 Garut, Jawa Barat, meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati SMA Negeri 1 Kendari, Sulawesi Tenggara.
Sementara SMAN 1 Pangkalan Bun berhasil menempati posisi ketiga nasional sekaligus membawa nama Kalimantan Tengah di ajang tersebut.
Adapun juara harapan pertama diraih SMA Negeri 1 Gianyar, Bali, disusul SMA Negeri 99 Jakarta sebagai juara harapan kedua dan SMA Negeri 3 Langsa, Aceh, sebagai juara harapan ketiga.
MPR RI juga berencana mengevaluasi teknis pelaksanaan kompetisi. Salah satunya terkait durasi perlombaan yang dinilai terlalu padat apabila seluruh rangkaian dilaksanakan dalam satu hari.
“Tahun ini memang sudah maksimal, tapi ke depan mungkin waktu lombanya bisa dibikin dua hari karena ini maraton sekali. Semoga di tahun 2027 pesertanya bisa mencakup seluruh 38 provinsi,” kata Siti.









