JAKARTA –

BORNEONEWS, Moskow – Seorang perempuan berusia 64 tahun di Nepal ditemukan masih hidup setelah terjebak selama 10 hari di bawah reruntuhan akibat banjir bandang yang melanda wilayah utara negara tersebut.

Kathmandu Post, mengutip Kepolisian Bersenjata Nepal, melaporkan perempuan itu ditemukan di lantai teratas sebuah bangunan empat lantai yang tertimbun reruntuhan di Betrawati, Nuwakot.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Petugas kemudian mengevakuasinya menggunakan helikopter menuju sebuah pangkalan militer Nepal untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Penemuan tersebut terjadi sekitar 10 hari setelah banjir bandang menerjang kawasan tersebut.

Banjir melanda wilayah utara Nepal pada Rabu, 26 Agustus 2026 setelah aliran air deras masuk ke Sungai Bhotekoshi.

Menurut laporan yang dikutip sumber tersebut, bencana terjadi setelah penyusutan gletser yang kemudian memicu tanah longsor dan aliran banjir besar.

Banjir bandang itu menimbulkan kerusakan luas serta menyebabkan banyak korban jiwa.

Jumlah korban meninggal akibat bencana tersebut dilaporkan telah melampaui 1.300 orang.

Proses pencarian dan penyelamatan masih dilakukan di sejumlah lokasi terdampak, sementara petugas terus mendata korban serta mengevakuasi warga yang masih membutuhkan pertolongan.

ANTARA