KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di lahan masyarakat di Gang Papaken, Kelurahan Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, Minggu, 6 September 2026.

Kebakaran yang berada di kawasan tidak jauh dari permukiman tersebut membakar sekitar 2 hektare lahan yang ditumbuhi pohon karet dan vegetasi lainnya. Tim gabungan langsung melakukan penanganan untuk mencegah api merambat dan meluas ke area di sekitarnya.

Informasi kebakaran pertama kali diterima Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD dan Damkar Kabupaten Barito Timur dari masyarakat melalui WhatsApp. Setelah laporan diterima, petugas bergerak menuju lokasi pada pukul 13.55 WIB.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Damkar Kabupaten Barito Timur, Parluhutan Tampubolon, mengatakan upaya pemadaman dilakukan secara bertahap. Dari sekitar 2 hektare lahan yang terbakar, petugas telah berhasil memadamkan api pada area kurang lebih 1 hektare.

“Luas lahan yang terbakar kurang lebih 2 hektare. Tim sudah berhasil melakukan pemadaman sekitar 1 hektare, tetapi api belum sepenuhnya padam,” kata Parluhutan.

Menurutnya, kondisi vegetasi yang cukup rapat menjadi salah satu kendala petugas di lapangan. Semak belukar yang mendominasi sebagian kawasan membuat petugas harus bekerja ekstra untuk menjangkau titik-titik api sekaligus mengantisipasi penjalaran api.

“Di lapangan kendalanya banyak semak belukar. Karena itu, tim terus melakukan penanganan dan memastikan titik api yang masih ada tidak berkembang atau meluas,” ujarnya.

Penanganan karhutla tersebut melibatkan personel lintas instansi. Sebanyak 11 anggota TRC-PB BPBD Damkar diterjunkan bersama anggota Polres Barito Timur, TNI dari Kodim 1012/Buntok, personel Yonif TP 924/Uria Mapas, Satpol PP, Perumdam Tirta Janang, unsur perangkat daerah yang tergabung dalam Posko Terpadu Karhutla Barito Timur, serta warga sekitar.

Untuk mendukung operasi pemadaman, TRC-PB BPBD Damkar mengerahkan dua mesin jinjing atau alkon, dua nozzle, selang antar, lima unit knapsack sprayer, tandon air berkapasitas 1.000 liter, mobil pickup, serta kendaraan operasional rescue.

Sementara itu, Perumdam Tirta Janang Barito Timur turut memberikan dukungan berupa satu unit mobil tangki suplai air dan mesin pompa.

Parluhutan menyebut ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan karhutla. Terlebih, sebagian titik kebakaran berada di lokasi yang tidak mudah dijangkau kendaraan sehingga diperlukan dukungan peralatan dan suplai air tambahan.

“Kami juga mendapat dukungan suplai air dari PDAM. Dengan dukungan sumber air dan peralatan yang ada, tim berupaya semaksimal mungkin mengendalikan kebakaran agar tidak semakin meluas,” katanya.

Operasi pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 15.52 WIB. Meski sekitar separuh dari area yang terbakar telah berhasil dipadamkan, kondisi di lokasi belum sepenuhnya dinyatakan aman karena masih terdapat titik api yang belum seluruhnya berhasil ditangani.

Petugas terus melakukan penanganan terhadap titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan api kembali. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kebakaran berkembang, terutama karena lokasi berada di kawasan yang berdekatan dengan permukiman.

Setelah operasi selesai, seluruh unsur yang terlibat melakukan pengecekan personel sebelum meninggalkan lokasi. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh anggota dalam kondisi lengkap dan tidak ada personel yang tertinggal di kawasan kebakaran.

Selanjutnya, tim kembali ke posko dan instansi masing-masing.

Parluhutan mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan titik api maupun kepulan asap, khususnya di sekitar permukiman dan lahan yang rawan terbakar.

“Informasi dari masyarakat sangat membantu kami dalam melakukan penanganan. Semakin cepat laporan diterima, semakin cepat pula tim bisa bergerak untuk mencegah api meluas,” pungkasnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)