BORNEONEWS, Sampit - Pembatalan penerbangan Super Air Jet rute Jakarta-Sampit akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau membuat sejumlah calon penumpang harus mencari alternatif perjalanan agar tetap bisa tiba di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Salah satunya Iwan, ia seharusnya terbang menggunakan Super Air Jet dari Jakarta menuju Sampit pada Minggu, 6 September 2026. Namun, penerbangannya dibatalkan akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Untuk menghindari ketidakpastian penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta pada hari berikutnya, Iwan memilih mengubah rencana perjalanan dengan mengejar penerbangan Wings Air dari Surabaya menuju Sampit pada Senin, 7 September 2026.
"Seharusnya penerbangan Super Air Jet Jakarta-Sampit hari ini. Tetapi karena terkena dampak erupsi terpaksa mengejar penerbangan Wings Air Surabaya-Sampit besok. Karena takutnya erupsi masih berdampak penerbangan di Soekarno-Hatta besok. Dari pada tidak ada kepastian, kami langsung naik kereta ke surabaya," kata Iwan, Minggu, 6 September 2026.
Dirinya pun meminta bantuan travel agent tempat membeli tiket awal untuk melakukan refund full (pengembalian penuh) karena force majeure, selanjutnya membeli tiket baru.
Sebelumnya diberitakan, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap penerbangan menuju Bandara H Asan Sampit. Dua rute penerbangan pada Minggu, 6 September 2026, yakni Jakarta-Sampit dan Surabaya-Sampit, dibatalkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran abu vulkanik di ruang udara.
Informasi pembatalan tersebut disampaikan melalui Bandara H Asan Sampit. Penerbangan Super Air Jet dengan nomor IU350/IU351 rute Jakarta (CGK)-Sampit (SMQ)-Jakarta (CGK) dinyatakan batal.
Pembatalan dilakukan karena aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berpotensi menyebabkan sebaran abu vulkanik di ruang udara. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kelancaran hingga aspek keselamatan operasional penerbangan.
Selain Super Air Jet, penerbangan Nam Air dengan nomor IN242/IN243 rute Surabaya (SUB)-Sampit (SMQ)-Surabaya (SUB) juga mengalami pembatalan pada hari yang sama.
PIC Bandara H Asan Sampit, CAPT Alfiansyah, membenarkan adanya dua rute penerbangan yang terdampak aktivitas erupsi tersebut.
"Untuk hari ini terdapat dua rute yang mengalami pembatalan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Super Air Jet rute Jakarta-Sampit PP dan Nam Air rute Surabaya-Sampit PP," kata Alfiansyah.
Ia menjelaskan, pembatalan penerbangan Nam Air juga dipengaruhi rangkaian operasional pesawat yang digunakan. Pesawat tersebut sebelumnya dijadwalkan melayani rute Jakarta-Pangkalan Bun-Surabaya-Sampit.
"Untuk Nam Air tersebut turut dibatalkan karena menggunakan pesawat yang sama rute Jakarta-Pangkalan Bun-Surabaya-Sampit. Tadi pagi rute Jakarta-Pangkalan Bun sudah batal sehingga rangkaian penerbangan selanjutnya turut terdampak," ujarnya.
Kondisi tersebut membuat penumpang terdampak harus menyesuaikan kembali rencana perjalanan. Mereka diminta menghubungi pihak maskapai untuk memperoleh informasi terkait perubahan jadwal, penanganan tiket maupun penerbangan berikutnya.
Sementara itu, kepastian penerbangan menuju Bandara H Asan Sampit pada Senin, 7 September 2026, masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak terkait di Jakarta. (DEWI PATMALASARI/j)









