BORNEONEWS, Palangka Raya - Antrean panjang kendaraan kembali mewarnai sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palangka Raya.
Menanggapi tingginya permintaan masyarakat terhadap Pertalite, Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Pertamina mengambil langkah strategis dengan memperpanjang waktu pelayanan di empat SPBU hingga beroperasi selama 24 jam sehari.
Langkah ini diharapkan dapat mengurai kepadatan antrean yang sempat terjadi di sejumlah titik pengisian BBM.
Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, setelah meninjau langsung kondisi sejumlah SPBU, di antaranya SPBU Jalan Imam Bonjol dan SPBU Jalan Ir. Soekarno pada Sabtu
Empat SPBU yang mendapatkan perpanjangan jam operasional tersebut yakni SPBU Kilometer 12 Jalan Tjilik Riwut, SPBU Jalan Diponegoro, SPBU Jalan Seth Adji, dan SPBU Pahandut Seberang.
Menurut Zaini, kebijakan operasional selama 24 jam ini bertujuan agar antrean kendaraan lebih tersebar dan tidak menumpuk pada jam-jam sibuk saja.
“Bagi masyarakat yang tidak menginginkan antrean panjang, mungkin bisa mengisi pada jam-jam malam,” ujar Zaini, Senin, 7 September 2026.
Dengan demikian, warga yang tidak ingin terjebak kepadatan pada siang atau sore hari dapat memanfaatkan waktu pengisian pada malam hingga dini hari.
Di balik panjangnya antrean yang sempat terjadi, Zaini menegaskan dengan tegas bahwa tidak ada pengurangan kuota Pertalite di wilayah Kota Palangka Raya.
“Kita sudah mendapatkan penjelasan dari Pertamina bahwa stok yang tersedia, kuota untuk Palangka Raya, tidak ada pengurangan,” jelasnya.
Pemko Palangka Raya juga telah menggelar rapat koordinasi bersama Area Manager Regional Kalimantan Pertamina, Polres Palangka Raya, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memastikan pasokan tetap aman.
Panjangnya antrean kendaraan tidak serta-merta menunjukkan adanya kelangkaan BBM subsidi.
Salah satu pemicu utamanya adalah meningkatnya jumlah pengguna Pertalite akibat perbedaan harga yang cukup signifikan dengan Pertamax.
Hal ini membuat sebagian masyarakat yang sebelumnya menggunakan Pertamax beralih ke Pertalite, sehingga permintaan meningkat tajam dan berimbas pada kepadatan di SPBU.
Meski permintaan melonjak, alokasi Pertalite untuk Palangka Raya masih dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Zaini meminta masyarakat tidak panik dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
“Dipastikan stoknya cukup. Jadi kita harapkan kepada masyarakat Kota Palangka Raya yang pertama ya tentunya menggunakan BBM sewajarnya saja. Jadi tidak perlu harus ada kekhawatiran kekurangan,” pungkasnya. (PATHUR/R)









