BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Minyak sawit adalah salah satu minyak nabati yang digunakan sebagai minyak makan atau minyak goreng. Perlu Anda ketahui bahwa minyak sawit ini bebas kolesterol.
Seperti dilansir mpoc.org.my, minyak sawit memiliki karakteristik alamai semi padat pada suhu kamar dengan titik leleh antara 33ºC hingga 39ºC. Untuk itu, jika digunakan sebagai bahan makanan, minyak sawit tak membutuhkan hidrogenasi. Adapun hidrogenasi adalah proses yang menggunakan gas hidrogen untuk mengubah minyak nabati cair menjadi olesan keras/margarin.
Sementara itu, minyak sawit mentah (CPO) memiliki warna oranye pekat kemerahan karena tingginya kandungan karoten alami. Minyak sawit merupakan sumber yang kaya karotenoid dan vitamin E yang mampu memberikan kestabilan alamai terhadap kerusakan oksidatif.
Melalui proses fraksionasi, yakni pemisahan komponen-komponen cair, dua atau lebih, dari suatu larutan berdasarkan perbedaan titik didihnya, minyak sawit dapat difraksionasi menjadi komponen cair (olein) dan padat (stearin).
Disebutkan juga bahwa minyak sawit memiliki rasio seimbang antara asam lemak tak jenuh dengan asam lemak jenuh. Minyak sawit mengandung 40% asam oleat (asam lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fatty acid), 10% asam linoleat (asam lemak tak jenuh jamak), 45% asam palmitat dan 5% asam stearat (asam lemak jenuh). Komposisi ini menghasilkan minyak nabati yang cocok untuk digunakan dalam beragam makanan. (NEDELYA RAMADHANI/m)








