BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Perkembangan harga kebutuhan pokok di Kabupaten Seruyan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Seruyan seiring kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada awal September 2026.
Berdasarkan data perkembangan harga yang dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, IPH Kabupaten Seruyan pada Minggu I September 2026 tercatat 0,88 dengan status naik.
Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh sejumlah komoditas pangan. Cabai rawit menjadi salah satu komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap perkembangan harga, yakni sebesar 1,006, disusul daging ayam ras dengan andil sebesar 0,2299.
Tidak hanya memberikan andil besar, cabai rawit juga tercatat sebagai komoditas dengan fluktuasi harga tertinggi pada minggu berjalan, dengan angka 0,071954942.
Perkembangan tersebut dibahas dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang diikuti Pemerintah Kabupaten Seruyan melalui Plh Sekda Bahrun Abbas secara virtual, Senin, 7 September 2026.
Selain membahas langkah konkret pengendalian inflasi daerah tahun 2026, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan rilis pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota Triwulan II Tahun 2026.
Melalui penguatan koordinasi, pemerintah daerah berupaya menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengantisipasi gejolak harga pangan.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat di tengah perubahan harga sejumlah komoditas. (FAHRUL/R)








