BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Berikutnya yang akan dibahas adalah stearin sawit. Stearin memiliki fraksi lebih padat ketimbang olein, yang dihasilkan setelah proses kristalisasi pada suhu terkendali. Di kalangan konsumen di pasar, minyak stearin ini lebih dikenal sebagai minyak goreng murah, karena harganya lebih murah ketimbang minyak sawit dan olein sawit. Karena harganya murah, stearin banyak dipakai dalam berbagai keperluan.

Menurut mpoc.org.my, ciri fisik stearin sawit sangat berbeda dengan minyak sawit dan memiliki titik leleh lebih tinggi dan bilangan tinggi untuk iodium.

Sama seperti minyak sawit mentah, stearin sawit mengandung karotenoid, tapi secara fisik minyak sawit yang telah diolah tidak mengandung senyawa itu karena rusak atau terbuang saat proses pengolahan.

Stearin sawit adalah sumber sangat berguna untuk komponen lemak keras alami untuk pembuatan produk-produk seperti shortening (lemak padat yang memiliki sifat plastis dan kestabilan tertentu, dan pada umumnya bewarna putih dan sering disebut sebagai mentega putih), pastry dan margarin.

Stearin sawit banyak mengandung gliseril tripalmitat, dan kebanyakan kandungan lemak lainnya adalah gliseril dipalmitat monooleat. Sementara dalam hal komposisi asam lemak, stearin sawit bisa mengandung hampir 50% asam palmitat dan 35% asam oleat. (NEDELYA RAMADHANI/m)