BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Arif M Norkim, meminta Pemerintah Kota Palangka Raya segera memperhatikan kekurangan tenaga kesehatan di Puskesmas Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu.
Menurut Arif, ketersediaan tenaga kesehatan yang memadai menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan pelayanan kesehatan masyarakat berjalan optimal. Saat ini, Puskesmas Tangkiling masih membutuhkan tambahan tenaga sesuai dengan standar pelayanan yang diperlukan.
Berdasarkan kondisi yang ada, Puskesmas Tangkiling memiliki dua dokter berstatus PNS, satu dokter P3K, dan satu dokter kontrak. Sementara untuk memenuhi kebutuhan pelayanan secara optimal, masih diperlukan sekitar 14 tenaga kesehatan.
Selain tenaga medis, Arif menyoroti kebutuhan tenaga kesehatan lingkungan (Kesling), fisioterapis medis, serta psikologis terapis.
Kekurangan tenaga tersebut dinilai perlu segera ditindaklanjuti mengingat wilayah pelayanan Puskesmas Tangkiling cukup luas. Pemerintah daerah diharapkan tidak berhenti pada pendataan kebutuhan, tetapi juga menyusun langkah konkret untuk memenuhi kekurangan tenaga secara bertahap.
“Kita minta kekurangan tenaga kesehatan di Puskesmas Tangkiling ini benar-benar diperhatikan dan direalisasikan. Jangan sampai kebutuhan sudah disampaikan, tetapi tidak ada tindak lanjut,” kata Arif, Senin, 7 September 2026.
Ia menjelaskan, tenaga Kesling memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kesehatan lingkungan sekaligus upaya pencegahan penyakit di tengah masyarakat.
Demikian pula tenaga fisioterapis dan psikologis terapis diperlukan untuk memperluas cakupan layanan sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih beragam di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Arif berharap Pemko Palangka Raya melalui instansi terkait segera melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kesehatan di Puskesmas Tangkiling dan menyiapkan strategi pemenuhannya.
Dengan dukungan tenaga yang mencukupi, kualitas pelayanan di Puskesmas Tangkiling diharapkan meningkat sehingga masyarakat tidak perlu mencari layanan kesehatan tertentu ke fasilitas yang lokasinya lebih jauh.
“Ini menyangkut pelayanan dasar masyarakat. Kita berharap kebutuhan tenaga kesehatan, termasuk Kesling, fisioterapis dan psikologis terapis, bisa segera direalisasikan sesuai kemampuan dan standar pelayanan yang ditetapkan,” pungkasnya. (MARINI/J)









