BORNEONEWS, Banjarmasin - Hujan lebat dilaporkan mengguyur sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan di tengah kondisi kemarau panjang yang sebelumnya diwarnai kabut asap dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hujan tersebut dilaporkan terjadi di Kabupaten Balangan dan Hulu Sungai Tengah pada Senin sore, 7 September 2026.
Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, hujan dengan intensitas cukup deras dilaporkan turun di kawasan Kota Barabai dan sejumlah wilayah pedesaan. Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Paringin, Kabupaten Balangan. Turunnya hujan menjadi angin segar bagi masyarakat setelah sejumlah kawasan sebelumnya mengalami kondisi kering dan terdampak asap akibat karhutla.
“Alhamdulillah wilayah kami hujan deras nah,” ungkap Awi, warga Barabai.
Hujan tersebut disambut baik masyarakat karena selain membantu mengurangi kondisi kering, guyuran air hujan diharapkan dapat membasahi lahan yang rawan terbakar. Sejumlah wilayah di kawasan Hulu Sungai sebelumnya memang kerap dilaporkan mengalami kebakaran lahan, terutama saat kondisi cuaca panas dan vegetasi mengering.
Meski demikian, hingga berita ini ditulis belum diperoleh informasi resmi mengenai apakah hujan yang terjadi berkaitan dengan operasi teknologi modifikasi cuaca atau murni fenomena alam. Karena itu, penyebab turunnya hujan belum dapat dipastikan dan masih menunggu keterangan dari instansi terkait.
Turunnya hujan di tengah kemarau ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kondisi lingkungan, khususnya membantu menekan potensi karhutla dan mengurangi kabut asap. Masyarakat pun diimbau tetap waspada karena kondisi cuaca dapat berubah dan ancaman kebakaran lahan masih berpotensi terjadi apabila kembali memasuki periode panas dan kering. (SABRIANOOR/y)








