BORNEONEWS, Palangka Raya - Seringkali kita mengingat Ibu hanya pada Desember. Hanya pada bulan itu dan tanggal 22 kita ingat untuk memberikan hadiah atau melakukan sesuatu kepada ibu. Padahal tidak begitu seharusnya. Tuah Hang Yati Riduanto, Wakil Sekretaris Ikatan Keluarga dan Istri Anggota Dewan (Ikiawan) Kota Palangka Raya menganggap bahwa sebenarnya menjadi seorang ibu adalah anugerah karena tidak semua wanita bisa, namun mengasihi seorang ibu adalah mujizat.
"Ada di antara perempuan yang tidak bisa memiliki anak dan menjadi seorang ibu, makanya menjadi seorang ibu adalah anugerah. Pemberian yang maha kuasa untuk seorang perempuan, jangan disia-siakan. Tapi untuk semua orang, mengasihi ibunya itu adalah mujizat yang artinya bisa terjadi tapi jarang," ungkap Tuah kepada borneonews.co.id Sabtu (14/1/2017).
Hal ini dikatakannya lantaran waktu untuk mengasihi seorang ibu relatif lebih pendek. Ini karena orang tua kebanyakan 'pergi' menghadap sang pencipta lebih dulu, sementara sang anak kerap sibuk dengan pekerjaannya masing-masing dan melupakan waktu yang singkat
"Yang sekolah sibuk dengan teman-temannya, yang kuliah jauh jarang menghubungi orang tuanya, yang sudah menikah sibuk dengan keluarga barunya. Banyak dari kita yang seolah lupa kepada orang tua kita, terutama ibu," tambah istri dari Riduanto, Ketua Komisi A DPRD Kota Palangka Raya ini.
Hal ini menurut Tuah menjadikan istilah mengasihi ibu menjadi kata-kata mujizat. Karena kebanyakan anak baru akan menyesal setelah ibunya menghadap Khalik. Menyesal saat tidak sempat membahagiakan ibunya.
"Ibu itu tidak minta uang, tidak minta kita kirim barang-barang mewah, cukup kita menelponnya sekali sehari saja beliau sudah senang. Jangan sampai menyesal setelah ibu kita tiada. Karena umur terbatas dan umur kita biasanya lebih panjang untuk merasakan penyesalan daripada menyampaikan rasa kasih kita kepada ibu," pungkas perempuan yang memiliki 3 anak ini.
Karenanya, Tuah berpesan agar jangan sampai rasa penyesalanlah yang mendominasi sisa hidup kita tapi rasa bersyukur. Rasa syukur karena dengan segenap kekuatan dan kemampuan kita, kita mampu melakukan apa yang disebut 'mengasihi ibu'. (TESTI PRISCILLA/B-2)








