SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dua individu orangutan dilaporkan muncul di sekitar lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Batanggung, Kelurahan Kotabesi Hulu, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Laporan tersebut diterima Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit dari kepala sekolah Desa Camba.

"Kedua orangutan tersebut terlihat di kawasan hutan karet sekitar dua minggu lalu," kata Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah, Selasa, 8 September 2026.

Setelah menerima laporan, ia langsung menghubungi pelapor untuk memastikan informasi mengenai keberadaan satwa dilindungi tersebut. Ia kemudian meminta pihak masyarakat setempat segera melapor apabila orangutan kembali terlihat.

Ia juga meminta pelapor membantu memantau keberadaan orangutan di sekitar lokasi. Informasi terbaru diperlukan agar petugas dapat menentukan langkah penanganan yang tepat.

"Kami meminta bantuan kepala sekolah segera melapor apabila orangutan terlihat lagi," ujarnya.

Muriansyah mengatakan, sebagian besar kawasan di sekitar lokasi tersebut telah terdampak karhutla, terutama pada bagian semak belukar. Namun, masih terdapat kebun karet dan kelapa sawit yang dijaga masyarakat.

"Sebagian besar lokasi terjadi karhan, terutama semak belukarnya. Tersisa kebun karet dan kelapa sawit yg di jaga warga," katanya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena keberadaan orangutan di sekitar kawasan terdampak karhutla berpotensi membuat satwa berpindah mencari tempat yang lebih aman dan sumber makanan yang biasanya berada di kebun warga. 

Wilayah kemunculan orangutan tersebut sebelumnya juga telah beberapa kali dilakukan observasi setelah menerima laporan kemunculan satwa liar di lokasi yang sama.

"Kami mengetahui medan/lokasi. Karena di daerah tersebut memang pernah dilaporkan kemunculan orangutan dan beruang madu dan saat itu petugas beberapa kali ke lokasi untuk giat observasi," pungkas Muriansyah. (DEWI PATMALASARI/y)