BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Pangkalan Bun kini dibekali alat canggih pelacak sumber sinyal Handphone (HP). "Tidak hanya pengacak sinyal, kini kami memiliki alat pelacak sinyal, sehingga kami bisa mendeteksi di mana ada HP yang aktif," beber Kepala Lapas Klas IIB Pangkalan Bun, Arief Gunawan, Sabtu (14/1/2017).
Dengan alat itu, terang Arief, pihaknya bisa mencegah terjadinya komunikasi yang dilakukan warga binaan (narapidana/napi) dengan pihak luar untuk menjalankan kejahatan. "Ketika alat tersebut diaktifkan, maka dalam jarak 10 meter akan terlacak sinyal ponsel (HP) tersebut," katanya.
Arief mengaku, dari sekian Lapas Klas IIB yang ada di Indonesia, hanya beberapa yang memilikinya, salah satunya Lapas Pangkalan Bun. Bahkan, saat ini pihaknya telah mengoperasikan dua alat sekaligus.
Dalam sejumlah peristiwa, kata Arief, terungkap fakta warga binaan dari balik jeruji bisa berkomunikasi dengan pihak luar khususnya terkait dengan peredaran narkoba. Bahkan, dalam beberapa kali inspeksi mendadak di Lapas ditemukan telepon genggam. "Sekarang kita minimalisasi, termasuk mencegah adanya peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam Lapas," ucapnya.
Dari waktu ke waktu, lanjut Arief, Lapas Klas IIB Pangkalan Bun terus memperketat pengawasan. Masyarakat juga diimbau segera melapor jika mengetahui petugas melakukan pungutan liar (pungli) pada jam kunjungan.
Arief menambahkan, upaya pemberantasan pungli, penggunaan HP di dalam Lapas dan pemberantasan narkoba sudah lama dilakukan, yakni sejak Program Getting to Zero HALINAR (handphone, pungli, dan narkoba). (FAHRUDDIN FITRIYA/B-2)








