BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Hujan cukup deras mengguyur wilayah Desa Muara Dadahup, Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas, Selasa sore, 8 September 2026.
Hujan tersebut menjadi kabar baik bagi warga setelah Kabupaten Kapuas cukup lama tidak diguyur hujan di tengah musim kemarau. Kondisi kering yang berlangsung sebelumnya turut meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla serta memicu munculnya kabut asap di sejumlah wilayah.
Guyuran hujan juga membasahi kawasan sekitar Sungai Kapuas Murung yang berada di wilayah desa tersebut. Namun, turunnya hujan belum sepenuhnya menghilangkan tanda-tanda karhutla.
Dari kawasan Desa Muara Dadahup, warga masih melihat sedikitnya dua titik asap di seberang Sungai Kapuas Murung. Asap tersebut diduga berasal dari lahan yang sebelumnya terbakar.
"Alhamdulillah hujan, tapi di seberang sana masih terpantau asap karhutla," ungkap Ayib, warga setempat.
Hujan yang turun diharapkan dapat membantu membasahi lahan dan menekan potensi meluasnya kebakaran. Meski demikian, kondisi di lokasi masih perlu dipantau mengingat titik asap terlihat ketika hujan sedang mengguyur kawasan tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti apakah hujan yang mengguyur Muara Dadahup merupakan fenomena alam atau berkaitan dengan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca atau hujan buatan. (SABRIANOOR/y)









