SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - TNI menambah 10 unit mobil tangki untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

"Bantuan 10 mobil tengki dari Yonif TP 923/Mentaya, Kodim 1015/Sampit, dari Korem 102/Panju Panjung. Jadi bukan dari pemerintah daerah tapi pihak TNI," kata Wakil Bupati Kotim Irawati, Selasa, 8 September 2026.

Tambahan armada tersebut sebelumnya telah disampaikan Danrem 102/Panju Panjung sebagai dukungan untuk memperkuat pemadaman karhutla.

Sepuluh mobil tangki tersebut tidak seluruhnya disiagakan di wilayah kota. Armada dibagi untuk membantu penanganan karhutla di sejumlah kecamatan, seperti Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara dan Kota Besi.

"Ada yang ditugaskan di Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, dan juga ada di Kota Besi untuk melakukan atau membantu pelayanan pemadaman karhutla maupun perumahan yang ada di kecamatan tersebut," tambahnya.

Irawati mengatakan personel TNI yang bertugas menggunakan armada tersebut saat ini ditempatkan di Aula Dinas Pertanian Kotim.

Mereka disiagakan untuk melakukan pemadaman pada malam hari. Sementara pada siang hari, penanganan karhutla dilakukan secara bersama-sama oleh BPBD, Damkar, TNI, Polres dan perusahaan.

"Mereka saat ini tempatnya di Dinas Pertanian, di Aula. Jadi mereka di situ. Tapi mereka standby malam," katanya.

Menurut Irawati, pembagian tugas tersebut dilakukan agar personel dari pemerintah daerah dapat beristirahat dan kembali menjalankan tugas administrasi pada siang hari.

"Karena selain tugas pemadaman karhutla mereka tentunya punya tugas juga administrasi di kantor mereka masing-masing," ujarnya.

ASN yang ditugaskan dari BPBD, Damkar dan sejumlah organisasi perangkat daerah hanya bekerja hingga sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah itu, tugas pemadaman malam hari lebih banyak ditangani personel TNI.

"Sehingga mereka tidak lagi melakukan kegiatan malam agar mereka juga bisa melakukan tugas yang lainnya," jelas Irawati.

Irawati menegaskan seluruh personel yang mengoperasikan 10 mobil tangki Bantuan tersebut berasal dari TNI. Armada dan personel tersebut juga menjadi bagian dari dukungan TNI dalam penanganan karhutla di Kotim.

Namun, apabila jumlah titik api meningkat dan membutuhkan kekuatan tambahan saat malam hati, BPBD dan Damkar tetap bergabung melakukan pemadaman.

"Tapi kalau memang titik apinya banyak (saat malam), tidak menutup kemungkinan dari pihak BPBD dan Damkar juga ikut gabung," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)