BORNEONEWS, Muara Teweh - Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus memacu pembangunan sejumlah proyek strategis di Kota Muara Teweh hingga pembangunan Jembatan Lemo di Kecamatan Teweh Tengah.
Bupati Barito Utara Shalahuddin mengatakan, percepatan pembangunan dilakukan agar berbagai proyek tersebut dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat. Pemerintah daerah juga memastikan progres pekerjaan terus diawasi hingga target penyelesaian pada Desember 2026.
“Kita ingin pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, progresnya harus kita awasi bersama. Kita targetkan pekerjaan ini selesai pada Desember 2026, tentunya dengan kualitas yang baik dan sesuai dengan perencanaan,” kata Shalahuddin di Muara Teweh, Selasa, 8 September 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Shalahuddin bersama Asisten Administrasi Umum Setda Barito Utara Annisa Cahyawati dan sejumlah kepala perangkat daerah meninjau langsung beberapa proyek pembangunan.
Peninjauan dimulai dari pembangunan Water Front City (WFC) dan penataan kawasan kumuh di Kelurahan Lanjas. Rombongan kemudian mengecek progres pelebaran Jalan Yetro Sinseng sebelum melanjutkan peninjauan pembangunan Jembatan Lemo.
Menurut Shalahuddin, proyek-proyek tersebut memiliki peran penting dalam penataan kawasan perkotaan sekaligus mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
"Pembangunan tersebut harus terus dipacu dengan tetap mengedepankan kualitas pekerjaan dan ketepatan waktu penyelesaian," ujarnya.
Ia menjelaskan pembangunan WFC dan pelebaran Jalan Yetro Sinseng tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Keduanya menjadi bagian dari upaya Pemkab Barito Utara menata kawasan perkotaan agar lebih tertib dan memiliki akses yang semakin baik.
“Kawasan ini sebelumnya merupakan kawasan yang perlu kita benahi. Dengan adanya penataan, pelebaran jalan dan WFC, kita harapkan kawasan ini menjadi lebih tertata, akses masyarakat semakin baik dan nantinya bisa tumbuh menjadi kawasan ekonomi baru,” kata Shalahuddin.
WFC yang berada di kawasan Sungai Barito diharapkan dapat mengurangi kekumuhan sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur dasar, aksesibilitas dan keterpaduan lingkungan permukiman.
Shalahuddin menegaskan pembangunan infrastruktur di Muara Teweh harus dilakukan secara terintegrasi sehingga dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kita tidak hanya membangun jalan atau kawasan, tetapi kita sedang membangun wajah Kota Muara Teweh. Ke depan kita ingin ibu kota Barito Utara ini semakin maju, semakin tertata dan memiliki standar pelayanan serta infrastruktur seperti kota-kota maju,” tegasnya.
Terkait pelebaran Jalan Yetro Sinseng, Shalahuddin meminta kontraktor bekerja secara optimal agar proyek tersebut dapat mendukung kelancaran lalu lintas dan aktivitas masyarakat.
Sementara pembangunan Jembatan Lemo diharapkan mampu meningkatkan konektivitas serta memperlancar mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi di wilayah sekitarnya.
Pemkab Barito Utara memastikan pengawasan terhadap seluruh proyek strategis akan terus dilakukan. Pemerintah daerah berharap pekerjaan dapat selesai sesuai target dengan tetap memenuhi standar kualitas yang telah direncanakan.
“Kita akan terus melakukan pengawasan. Apa yang sudah direncanakan harus kita kawal bersama sampai selesai. Harapan kita, seluruh pembangunan ini bisa menjadi bagian dari perubahan Barito Utara menuju daerah yang lebih maju dan masyarakat yang semakin sejahtera,” kata Shalahuddin.









