PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) memperkuat fasilitas pembelajaran dengan meresmikan Laboratorium Klasikal dan Laboratorium Individual.

Kedua fasilitas tersebut disiapkan untuk menunjang kegiatan akademik mahasiswa, khususnya praktikum serta pelaksanaan asesmen psikologi.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMPR, Apt Guntur Satrio Pratomo MSi, mengatakan keberadaan laboratorium menjadi bagian penting dalam proses pendidikan karena mahasiswa membutuhkan pengalaman praktik selain pemahaman teori.

"Laboratorium merupakan bagian penting dalam proses pendidikan, karena mahasiswa tidak hanya membutuhkan pemahaman secara teoritis, tetapi juga ruang untuk mengembangkan keterampilan melalui pengalaman praktik," kata Guntur di Palangka Raya, Selasa, 8 September 2026.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Guntur yang didampingi Direktur Laboratorium Terpadu UMPR Dr Ilham SPd MPd dan Dekan Fakultas Psikologi UMPR Haris Munandar MPsi.

Guntur berharap kedua laboratorium tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung proses pembelajaran sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa Fakultas Psikologi.

Menurutnya, fasilitas yang representatif perlu dibarengi dengan pengelolaan dan pemanfaatan yang baik agar laboratorium tidak hanya menjadi ruang praktikum, tetapi juga memberikan pengalaman akademik yang bermakna.

Direktur Laboratorium Terpadu UMPR Dr Ilham SPd MPd mengatakan, Laboratorium Klasikal dan Laboratorium Individual disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran mahasiswa Fakultas Psikologi.

"Laboratorium ini kami siapkan untuk mendukung kegiatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman praktik secara langsung. Dengan fasilitas yang tersedia, mahasiswa diharapkan dapat belajar secara lebih terarah dan memahami penerapan ilmu psikologi dalam berbagai kegiatan akademik," ujarnya.

Ilham menambahkan, pengelolaan laboratorium menjadi hal penting agar fasilitas tersebut dapat digunakan secara optimal dan berkelanjutan.

Ia berharap mahasiswa dan dosen memanfaatkan fasilitas sesuai fungsi serta ketentuan yang berlaku.

“Laboratorium bukan hanya tempat untuk melaksanakan praktikum, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun keterampilan, ketelitian, kedisiplinan, serta tanggung jawab mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang dipelajari,” katanya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi UMPR Haris Munandar MPsi mengatakan keberadaan kedua laboratorium membantu mahasiswa menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan pengalaman praktik.

"Laboratorium ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa Psikologi untuk mengembangkan keterampilan melalui kegiatan praktikum. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep dan teori, tetapi juga memiliki kesempatan untuk belajar menggunakan berbagai metode, instrumen, serta prosedur yang relevan dalam bidang psikologi," kata Haris.

Laboratorium Klasikal dapat digunakan untuk kegiatan praktikum yang dilakukan secara berkelompok maupun dalam satu kelas. Fasilitas tersebut juga mendukung kegiatan simulasi, demonstrasi dan penggunaan berbagai instrumen dalam proses pembelajaran.

Sedangkan Laboratorium Individual menyediakan ruang yang lebih kondusif untuk kegiatan yang membutuhkan suasana tenang, privat dan terkontrol. Fasilitas ini dapat digunakan untuk praktikum individual maupun asesmen psikologi sesuai kebutuhan akademik dan ketentuan yang berlaku.

Haris mengatakan peningkatan fasilitas tersebut merupakan bagian dari komitmen Fakultas Psikologi UMPR dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Ia berharap mahasiswa dan dosen dapat memanfaatkan kedua laboratorium secara maksimal untuk belajar, berlatih dan mengembangkan kompetensi di bidang psikologi.

"Harapannya, fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh mahasiswa maupun dosen. Laboratorium bukan hanya menjadi tempat pelaksanaan praktikum, tetapi juga menjadi ruang belajar yang membantu mahasiswa mengembangkan kompetensi, ketelitian, tanggung jawab, dan etika dalam penerapan ilmu psikologi," pungkasnya.

ANTARA